Ancaman Erupsi Merapi Perlu Diwaspadai

Djoko Sardjono/Denny S
07/4/2015 00:00
Ancaman Erupsi Merapi Perlu Diwaspadai
(ANTARA/Teresia May)
KEWASPADAAN terhadap ancaman erupsi Gunung Merapi perlu ditingkatkan. Untuk itu, kegiatan pelatihan dan simulasi prosedur tetap kebencanaan diintensifkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Sri Winoto mengatakan, bencana erupsi gunung berapi itu merupakan ancaman serius yang perlu diantisipasi.

"Kesiapsiagaan baik prabencana, saat bencana, maupun pascabencana penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman erupsi tersebut," jelasnya saat membuka pelatihan dan simulasi protap kebencanaan bagi relawan di Barak Pengungsian Menden, Selasa (7/4).

Kawasan rawan bencana (KRB) erupsi Merapi meliputi KRB III yang dekat dengan sumber bahaya, KRB II daerah yang terkena aliran awan panas dan lontaran material jatuhan, dan KRB I wilayah yang berpotensi terlanda lahar dan banjir.

Longsor di Pegunungan Meratus
Sementara itu, jalur kaki di Pegunungan Meratus yang menghubungkan Kabupaten Hulu Sungai Selatan menuju Kabupaten Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan kembali longsor.

Bupati TanahBumbu, Mardani H Maming, Selasa (7/4) mengatakan peristiwa longsor di jalur yang berstatus jalan strategis nasional tersebut sudah kerap terjadi.

"Jalur tersebut sudah beberapa kali rusak dan longsor. Kondisi ini telah kita laporkanke balai besar jalan dan kita berharap segera ada perbaikan," tuturnya.

Menurut Mardani, pihaknya meminta warga yang melintasi rute Lumpangi (Hulu Sungai Selatan)- Batulicin (Tanah Bumbu) untuk berhati-hati dan mewaspadai puluhan titik longsor pada ruas jalan tersebut.

Tercatat ada 30 titik longsor di ruas jalan sepanjang kurang lebih 200 kilometer itu. Kerusakan jalan terparah terjadi di wilayah Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

"Pemkab tidak memiliki anggaran untuk perbaikan kerusakan jalan tersebut, tetapi upaya perbaikan darurat telah dilakukan bersama warga setempat," ucapnya.

Ruas jalan Lumpang-Batulicin menjadi jalur utama bagi warga yang bermukim di kaki Pegunungan Meratus. Beberapa titik longsor hampir memutuskan badan jalan. Jalur ini menjadi jalur yang berbahaya, karena kerap terjadi kecelakaan.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Kalsel Gusti Tahmidillah mengatakan selain jalur Lumpangi-Batulicin, bencana longsor juga menjadi ancaman bagi warga yang melintas di jalur Mabuun-Batubabi, perbatasan antara Kalsel dan Kalteng bagian utara. Kemudian, jalan Amuntai, Hulu Sungai Utara menuju Lampihong,Balangan serta beberapa titik ruas jalan di Kabupaten Tabalong.

Menurut Tahmidillah, secara umum kondisijalan di Kalsel cukup baik. Namun, masih ada 17 persen dari panjang jalanberstatus provinsi sepanjang 851,9 kilometer dalam kondisi rusak. Demikian jugadengan ruas jalan nasional sepanjang 866 kilometer sekitar 50 kilometer masihmengalami kerusakan. (OL-3)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya