Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IBARAT pasar 'krempyeng' yang dijual beli pengunjungnya untuk membeli kebutuhan dalam suasana gaduh diiringi teriakan-teriakan penawaran dari pedagangnya. Itulah suasana di Bagian Pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Pasuruan, Jawa Timur, dalam dua hari terakhir ini.
Benar juga, di situ ada ratusan warga Pasuruan tengah menyerbu Dispendukcapil untuk urusan legalisasi akta kelahiran maupun kartu keluarga. Sebagian besar mereka mengaku mengurus surat-surat kependudukan itu untuk digunakan putra-putrinya mendaftar sekolah pada tahun ajaran baru ini.
Siang kemarin antrean mencapai ratusan orang, hingga ruang bagian pelayanan administrasi kependudukan tidak bisa menampungnya. Warga pun akhirnya rela menunggu antrean hingga berada di halaman luar kantor dari kompleks perkantoran Pemerintah Kota Pasuruan tersebut.
Warga yang antre dalam keadaan berjubel itu pun ingin dilayani secepatnya. Tak jarang di antara mereka merangsek ingin masuk lebih dulu hingga ke depan meja petugas. Suasana seperti itu membuat petugas kewalahan dan mencoba menenangkan warga untuk bersabar serta tidak perlu merangsek serta berebut dilayani.
"Silakan duduk dan tidak perlu berdesakan maju, berebut untuk dilayani. Semua kan sudah mendapat nomor antrean. Harap bersabar, nanti dipanggil sesuai nomor urut antrean," teriak seorang petugas sambil berdiri mencoba menenangkan warga.
Seorang warga menuturkan, dia sudah antre sekitar 3 jam lebih untuk keperluan melegalisasi akta kelahiran anaknya dan kartu kelurga. Anaknya tahun ini hendak mendaftar ke SMP. "Saya ikuti saja antrean seperti ini, sekalian mengajari anak untuk disiplin antre. Lagi pula juga pasti dilayani," ujar ayah dari Rizky Kurniawan ini.
Widya Rusfitasari, Kasi Identitas Penduduk Dispendukcapil Kota Pasuruan membenarkan bahwa ramainya warga mendatangi kantornya sudah terjadi sejak lima hari sebelum Lebaran.
Pengajuan legalisasi membludak karena untuk pendaftaran sekolah dan ada juga untuk memenuhi persyaratan pendaftaran masuk ke instansi polisi dan TNI. "Lima hari sebelum Lebaran, kami harusnya libur, tapi terpaksa masuk. Saat itu untuk melayani permohonan legalisasu buat pendaftaran masuk SMA dan TNI/Polri. Kalau yang sekarang ini jauh lebih banyak untuk pendaftaran masuk SMP maupun SD," terang Widya.
Dalam sehari itu, warga yang mengajukan permohonan mencapai 800 orang lebih. "Agar antrean tidak panjang, semua loket sebanyak enam pintu dibuka. Semua petugas dikerahkan dan jam istirahatnya digilir agar pelayanan terus berjalan," pungkas Widya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved