Kampanye Hitam Sawit kian Masif

(PS/N-3)
27/6/2018 03:15
Kampanye Hitam Sawit kian Masif
( ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

BANYAKNYA isu miring tentang industri sawit, para pelaku bisnis di sektor sawit akan menggelar konferensi internasional kelapa sawit atau International Oil Palm Conference di Medan, Sumatra Utara, 17-19 Juli mendatang.

Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi tersebut. Direktur PPKS, Hasril Hasan Siregar, mengatakan belakangan ini semakin intensif kampanye negatif tentang industri kelapa sawit. “Awalnya isu kesehatan yang memengaruhi konsumen. Namun, belakangan ini telah melebar kepada aspek ekonomi, sosial, tenaga kerja anak-anak, dan lingkungan hidup,” terang Hasril Hasan Siregar di Medan, Selasa (26/6).

Bahkan, pelibatan LSM trans-nasional dan lokal dengan memanfaatkan sosial media maupun forum ilmiah menyebabkan kerugian bagi Indonesia sebagai penghasil sawit terbesar di dunia. “Ini sangat merugikan industri kelapa sawit kita,” jelasnya.

Bahkan, gerakan penolakan sawit Indonesia juga sudah merambat ke dunia perbankan. Bisnis perbankan mulai dipengaruhi agar tidak mengucur­kan modal untuk pengusaha sawit.

Konferensi internasional yang mengang­kat tema Smoothing the market disequilibria itu akan membahas delapan topik terhangat di bidang kelapa sawit. Pertemuan ini akan menghadirkan sejumlah pakar industri kelapa sawit dari Jerman, Malaysia, Singapura, dan Indonesia.
Di tempat yang sama, Erwinsyah, peneliti rekayasa teknologi dan pengelolaan lingkungan PPKS Medan menyebutkan kampanye hitam kelapa sawit ini menjadi pelajaran dan hikmah bagi Indonesia.

“Mereka frustrasi terhadap industri kelapa sawit kita yang besar ini. Begitupun kasus ini menjadi blessing  buat kita agar juga Indonesia tidak terlena dan kebablasan dalam mengambil kebijakan soal sawit. (PS/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya