Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN kapal bersandar di Pelabuhan domestik Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, kemarin. Suasana di pelabuhan yang beroperasi lebih dari 70 tahun cukup ramai. Pelabuhan Sekupang merupakan pelabuhan tertua di Kota Batam. Dulunya pelabuhan itu merupakan tempat bagi para nelayan dan pedagang untuk bertransaksi saling tukar barang dagangan.
Agil, tokoh masyarakat di Batam, mengatakan pelabuhan tersebut dulunya sebagai salah satu sentra aktivitas perdagangan.
Seiring dengan perkembangan pelabuhan domestik Sekupang ini yang dulunya hanya merupakan perkampungan nelayan biasa menjadi pelabuhan yang penuh sesak digunakan masyarakat. Sebelumnya, pelabuhan ini hanyanya sebuah bungker yang dibuat tentara Jepang sebagai tempat penyimpanan minyak ketika ekspansi ke Singapura.
“Pelabuhan ini sebenarnya sudah lama sekali beroperasi. Dari mulai perkampungan nelayan kecil hingga menjadi salah satu pelabuhan domestik antarpulau dari satu daerah ke daerah lainnya. Sebenarnya pelabuhan ini terkenal dengan aksi penyelundupan yang dilakukan pedagang menuju daerah lain di luar Batam,” jelas Agil.
Jika diamati, pelabuhan domestik Sekupang sebenarnya tidak layak dikatakan sebagai pelabuhan domestik sebab banyak sekali kekurangannya, antara lain lemahnya pengamanan di pelabuhan serta keselamatan bagi para penumpang pun masih jauh dari baik. Akibatnya, menjadi celah masuknya barang tidak resmi ke Batam maupun ke luar Batam.
Berbeda dengan pelabuhan internasional yang persis di sebelah pelabuhan domestik Sekupang. Padahal, jaraknya hanya 20 meter. Pelabuhan tujuan Singapura dan Malaysia tersebut jauh lebih tersistematis dan dikelola perusahaan swasta. Selain bersih, standar juga jauh lebih baik.
Novianti, penumpang tujuan Batam-Tanjung Pinang menyebut pelabuhan yang baru saja direnovasi dengan anggaran cukup besar itu tetap tidak layak disebut pelabuhan. “Kami masuk pelabuhan seperti masuk kandang sapi. Bau busuk tercium di sini. Angkutan umum dan pribadi seliweran tidak beraturan. Penumpang berhadapan dengan preman yang menawarkan porter barang,” keluhnya.
Namun, kondisi pelabuhan itu tidak mendapat respons cepat dari Pemprov Kepri. Bahkan, saat Media Indonesia menanyakan siapa yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan pelabuhan, para petugas meminta agar wawancara dengan pimpinan pusat.
Di Kepulauan Riau ada sekitar 2.408 pulau. Baru sekitar 369 pulau berpenghuni. Di beberapa kota termasuk Batam, terdapat ratusan pelabuhan besar dan kecil dengan kategori pelabuhan terminal khusus, dan terminal pribadi, sedangkan di Kota Batam ada sekitar 65 pelabuhan rakyat. Tidak semua pelabuhan itu beroperasi.
Terlebih pelabuhan-pelabuhan bekas perusahaan yang sudah tutup ditinggal begitu saja. Sebenarnya Menteri Perhubungan telah melakukan evaluasi seluruh pelabuhan di Kepri terutama di Batam. Pelabuhan tidak dipakai harusnya ditutup agar tidak disalahgunakan pihak lain. Evaluasi itu mendapat dukungan dari Pemprov Kepri. Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Brigjen Jamhur Ismail, menegaskan dukungan penutupan pelabuhan tidak dipakai. “Kalau tidak dipakai ya ditutup saja. Gimana kalau ada yang memasukkan narkoba dari pelabuhan?” ujarnya. (Hendri Kremer/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved