Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menyiapkan 100 tangki air bersih siap didistribusikan ke warga yang mengalami kesulitan air bersih.
Kepala Dinsos-P3A Kulonprogo, Eko Pranyata, mengatakan, bantuan 100 tangki air bersih merupakan bantuan dana dekonsentrasi dari Kementerian Sosial. Air bersih itu, ujarnya, akan disalurkan kepada kelompok masyarakat setelah mengajukan proposal terlebih dahulu.
"Sampai saat ini, baru ada 10 proposal permohonan bantuan air bersih dari masyarakat," ujarnya di Kulonprogo, Selasa (26/6).
Ia mengemukakan, wilayah yang mengalami kekeringan berdasarkan proposal yang masuk, yakni Kecamatan Sentolo, Girimulyo, Samigaluh, dan Lendah. Di Kecamatan Sentolo, terjadi di Desa Salamrejo. Di daerah itu ada penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas) dengan kedalaman sumber air 30 meter, tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan air asyarakat di wilayah itu.
Kemudian, di Kecamatan Girimulyo, desa yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih yakni Purwosani. Namun, jarak sumber mata air dengan rumah warga sangat jauh, sehingga pompa air yang digunakan mengalami kerusakan. Pompa air dinyalakan secara terus menerus, dan menyebabkan kerusakan dalam dua bulan terakhir.
Eko menyebutkan, Dinsos-P3A juga melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo soal teknis distribusi air bersih, dan daerah mana yang menjadi prioritas bantuan air bersih.
"Kami tidak dapat memastikan ketersediaan 100 tangki air bersih mampu memenuhi air air bersih. Kita akan menunggu perkembangan kondisi kekeringan dalam satu bulan ini, kalau kekeringan semakin meluas, kami akan koordinasi dengan Dinsos DIY," jelasnya.
Sementara BPBD Kabupaten Bantul telah menyiapkan bantuan air bersih sebanyak 750 tangki.
"Tahun ini kami siapkan bantuan air bersih lebih dari 500 tangki, bahkan hampir 750 tangki, namun demikian tidak menutup kemungkinan hanya sebatas itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, di Bantul, Selasa.
Menurut dia, ratusan tangki berisi air bersih itu disiapkan untuk didistribusikan ke masyarakat di wilayah-wilayah Bantul yang mengalami kesulitan air bersih karena kemarau atau menipisnya ketersediaan air di sumber air.
Dwi Daryanto mengatakan, bantuan air bersih yang disiapkan dengan anggaran sebesar Rp75 juta pada 2018 itu mengalami kenaikan dari 2017 yang dianggarkan sebesar Rp50 juta, meski pada tahun lalu bantuan tidak terpakai semua.
"Tahun lalu kita anggarkan Rp50 juta saja dikembalikan, jadi mudah-mudahan tahun ini dampak kekeringan juga tidak meluas, tidak terlalu panjang musim kemaraunya, tetapi dampaknya tetap kita antisipasi," katanya.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemetaannya, wilayah di Bantul yang punya potensi kekeringan karena kemarau itu terdapat di wilayah perbukitan Bantul timur, seperti wilayah Kecamatan Piyungan, Dlingo, Pleret, Imogiri, dan Pundong. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved