PELAKSANAAN Ujian Nasional daring di berbagai daerah masih diliputi beragam masalah. Salah satunya terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.
Salah satu penyelenggara UN daring, yakni SMA Negeri 2 Majene menyatakan masih kekurangan komputer. Janji pemerintah kabupaten untuk menambah 39 komputer, sampai hari ini belum terealisasi.
Kondisi ini tersebut dikuatirkan akan mengganggu kelancaran pelaksanaan ujian daring di sekolah tersebut. Kepala SMA Negeri 2 Majene Mahyuddin mengatakan, keterlambatan fasilitas UN daring ini telah meresahkan siswa. Pasalnya pelaksanaan ujian tinggal beberapa hari lagi, yakni pada 13-15 April.
Menurut Mahyuddin, pengadaan 39 komputer dijanjikan akan dikirimkan, sejak pekan lalu. Tetapi bantuan itu belum juga datang.
Mahyuddin mendapat informasi hambatan bantuan dipicu oleh keterlambatan surat keputusan, sehingga administrasi keuangan belum bisa dirampungkan. Padahal, seharusnya komputer sudah disiapkan jauh-jauh hari, karena butuh waktu untuk pemasangan, uji coba, dan mengoneksikan internet.
''Bahkan, sebelum ujian, komputer dibutuhkan siswa untuk latihan atau try out,'' tandasnya.
Saat ini, SMA Negeri 2 Majene memiliki 30 komputer. Untuk melatih siswa mengikuti UN daring, sekolah memberlakukan antrian dan giliran. (N-3)