RUAS jalan provinsi sepanjang kaki pegunungan Meratus yang menghubungkan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kembali longsor, hari ini. Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming mengatakan peristiwa longsor di jalur yang berstatus jalan strategis tersebut sudah kerap terjadi.
"Jalur tersebut sudah beberapa kali rusak dan longsor. Kondisi ini telah kami laporkan ke balai besar jalan dan kami berharap segera ada perbaikan," tuturnya.
Menurut Mardani, pihaknya meminta warga yang melintasi rute Lumpangi, di Hulu Sungai Selatan-Batulicin, Tanah Bumbu untuk berhati-hati dan mewaspadai puluhan titik longsor pada ruas jalan tersebut. Tercatat ada 30 titik longsor di ruas jalan yang panjangnya mencapai 200 kilometer ini.
Kerusakan jalan terparah terjadi di wilayah Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu. "Pemkab tidak memiliki anggaran untuk perbaikan kerusakan jalan tersebut, tetapi upaya perbaikan darurat telah dilakukan bersama warga setempat," lanjut Mardani.
Ruas jalan Lumpang-Batulicin menjadi jalur utama bagi warga yang bermukim di kaki pegunungan Meratus. Beberapa titik longsor hampir memutuskan badan jalan. Jalur ini menjadi jalur yang berbahaya, karena kerap terjadi kecelakaan.
Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Kalsel, Gusti Tahmidillah, mengatakan selain jalur Lumpangi-Batulicin, bencana longsor juga menjadi ancaman bagi warga yang melintas di jalur Mabuun-Batubabi, perbatasan antara Kalsel dan Kalimantan Tengah bagian utara.
Selain itu bahaya juga mengintai di jalan Amuntai, Hulu Sungai Utara menuju Lampihong, Balangan, serta beberapa titik ruas jalan di Kabupaten Tabalong.
Menurut Tahmidillah, secara umum kondisi jalan di Kalsel cukup baik. Namun, masih ada 17% dari panjang jalan provinsi sepanjang 851,9 kilometer dalam kondisi rusak. Demikian juga dengan ruas jalan nasional total sepanjang 866 kilometer, sekitar 50 kilometer di antaranya masih mengalami kerusakan. (N-3)