Kekeringan Landa Gunungkidul, 32.607 KK Terdampak

Micom
25/6/2018 22:30
Kekeringan Landa Gunungkidul, 32.607 KK Terdampak
(Ist)

KEPALA Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kekeringan mulai melanda beberapa wilayah di Indonesia seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Meski musim kemarau baru memasuki periode awal, faktanya beberapa daerah mulai mengalami kekeringan.

Menurut Sutopo, masyarakat kekurangan air bersih sehingga mengharapkan bantuan dari penyaluran (droping) air bersih. Diperkirakan kemarau akan berlangsung hingga Oktober mendatang sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah terkait penyediaan air bersih.

Menurut keterangan tertulis dari BNPB, Senin (25/6), kekeringan telah melanda Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta.

Adapun lokasi yang terkena dampak kekeringan tersebut:

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Gunungkidul

- Kec. Girisubo
- Kec. Ngelipar
- Kec. Paliyam
- Kec. Panggang
- Kec. Purwosari
- Kec. Rongkop
- Kec. Tanjungsari
- Kec. Tepus
- Kec. Ngawen
- Kec. Pnjong
- Kec. Gedangsari     

Jumlah terdampak: 31.607 kepala keluarga (KK)/ 96.523 jiwa sebagai berikut:

- Kec. Girisubo; 4.572 KK
- Kec. Ngelipar; 1.853 KK/5.637 jiwa
- Kec. Paliyam; 6.014 KK/20.769 Jiwa
- Kec. Panggang; 1232 KK/4677 jiwa
- Kec. Purwosari; 912 KK/3390 jiwa
- Kec. Rongkop; 3820 KK/11800 jiwa
- Kec. Tanjungsari; 3100 KK/11186 jiwa
- Kec. Tepus; 8232 KK/32851 jiwa
- Kec. Ngawen; dalam pendataan
- Kec. Pnjong; 766 KK/2765 jiwa
- Kec. Gedangsari; 1106 KK/3448 jiwa

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mendistribusikan air bersih sebanyak 5.000 liter. Target hingga 3.360 tangki air bersih," kata Sutopo.

Lebih lanjut ia mengatakan, distribusi per harinya 24 tangki air bersih dan enam unit armada mobil tangki dengan kapasitas 5.000 liter lengkap dengan disel pompa air, pipa, dan selang. Pendistribusian air bersih sudah dimulai sejak 4 Juni hingga sekarang. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya