Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim kemarau, sejumlah daerah mulai dilanda krisis air bersih. Seperti yang terjadi di sejumlah desa kawasan lereng Gunung Merapi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, saat ini sedang menghadapi krisis air bersih akibat kekeringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah mengirimkan bantuan air ke sejumlah desa. Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto, mengatakan bahwa pada awal kemarau ini ada enam desa yang mulai dilanda krisis air bersih di Kecamatan Kemalang dan Jatinom.
Krisis air di Kemalang terjadi di Desa Sidorejo, Tlogowatu, Talun, dan Tegalmulyo, sedangkan di Jatinom, Desa Temuireng dan Bandungan.
Untuk membantu kebutuhan air warga desa tersebut, BPBD Klaten mulai bulan puasa lalu telah mengirim bantuan air bersih. Hingga saat ini sudah 75 tangki air dikirim ke enam desa tersebut.
Kekeringan juga melanda Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada 36 desa di enam kecamatan, yakni Kecamatan Girisubo, Tepus, Paliyan, Panggang, Purwosari, dan Rongkop kini menghadapi krisis air bersih.
Rata-rata masyarakat di enam kecamatan itu sudah membeli tiga tangki atau sekitar 15 ribu liter air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama satu bulan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan pada musim kemarau ini, selain enam kecamatan itu ada kemungkinan bertambah. “Saat ini sudah ada daftar baru Kecamatan Saptosari juga mengajukan droping air,” jelasnya.
Pemkab Gunungkidul sudah memasok air bersih sejak 4 Juni dengan volume rata-rata 24 tangki per hari. Ancaman kekeringan juga melanda Kalimantan Selatan. Bahkan, Kebun Raya Banua Kalsel membangun embung raksasa sebagai cadangan air, untuk pemeliharaan tanaman koleksi kebun raya. “Termasuk untuk mengantisipasi ancaman krisis air saat kemarau. Embung ini didesain seperti danau,” kata Kepala UPT Kebun Raya Banua Kalimantan Selatan, Agung Sriyono.
Dari Bangka Belitung, Bupati Bangka Tarmizi menargetkan pada 2021 sebanyak 92% warga Belinyu sudah teraliri sistem penyediaan air minum (SPAM). “Kalau musim kemarau seperti sekarang ini, banyak sumur warga kering sehingga mereka mengandalkan air dari kolong bekas tambang. Dengan SPAM ini mereka terbantukan mendapatkan air bersih,” jelasnya.
Selain kekeringan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai terjadinya anomali cuaca. Prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Ahmad Faa Izyn, mengatakan anomali cuaca diprediksi terjadi hingga 26 Juni mendatang. (JS/AU/UL/RF/HM/N-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved