Kelompok Bersenjata di Papua Tembaki Warga saat Larikan Diri

Marcelinus Kelen
25/6/2018 20:11
Kelompok Bersenjata di Papua Tembaki Warga saat Larikan Diri
Mobil ambulan membawa peti berisikan korban penembakan dan pembacokan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKSB) setibanya di Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua, Senin (25/6).( ANTARA FOTO/Jeremias Rahadat)

EMPAT warga menjadi korban aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang hendak melarikan diri seusai menembak pesawat Twin Otter Trigana Air yang disewa oleh Brimob.

Pesawat Twin Otter yang membawa 15 personel Brimob itu ditembaki setelah mendarat di Bandara Kenenyam sekitar pukul 09.45 Wita.

Berdasarkan keterangan pers Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih Kolonel Muhammad Aidi, Senin (26/5), para pelaku melancarkan aksi mereka terhadap sejumlah warga ketika hendak melarikan diri.

Akibatnya, jelas Aidi, secara total terdapat lima korban. Dan seluruh korban aksi KKB di Kabupaten Nduga, Papua, telah dievakuasi ke Timika.

Lima korban terdiri dari tiga orang korban meninggal dunia dan dua orang korban luka.

(Baca juga: Tiga Tewas Akibat Aksi Kelompok Bersenjata di Papua)

Aidi mengatakan, tiga korban yang meninggal dunia ialah pasangan suami istri Hendrik Sattu Kola yang tertembak di perut dan istrinya Margareta Polli yang meninggal dunia akibat terkena tembak dan sabetan senjata tajam. Korban meninggal dunia lain ialah Zaenal Abidin yang tertembak di bagian rusuk kiri.

Korban luka berinisial AK (anak dari pasangan Hendrik Sattu Kola dan Margareta Polli) yang terkena bacok pada bagian kepala.

Adapun korban luka lainnya ialah pilot pesawat carteran Brimob, Ahmad Abdillah Kamil, yang tertembak di bagian punggung.

Pesawat itu ditembak saat menuju taxi seusai mendarat di Bandara Kenyam. Pesawat itu diawaki pilot Ahmad Abdillah Kamil dan kopilot Lenius Wonda dengan membawa anggota 15 persondel Brimob yang akan bertugas melaksanakan pengamanan pilkada di Kenyam, Kabupaten Nduga.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Media Indonesia, aksi penembakan terhadap pesawat pernah dilakukan oleh kelompok yang sama pada pekan silam. Sebuah pesawat Twin Otter Domino rute Timika-Nduga ditembaki saat hendak mendarat di Bandara Kenyam. Akibat penembakan itu, kaki kopilot terkena serpihan proyektil dan harus mendapatkan perawatan medis.

Penembakan diduga sebagai aksi penolakan terhadap pemilihan gubernur (pilgub) Papua pada 27 Juni. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya