HARAPAN pedagang pasar Klewer di Kota Surakarta, Jawa Tengah, yang menjadi korban kebakaran, untuk berjualan di tempat yang lebih representatif segera terwujud. Hari ini, pemerintah kota secara resmi memulai pembangunan pasar darurat bagi mereka.
Proses pembangunan pasar darurat di Alun-Alun Utara itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo disaksikan oleh Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono XIII. Kepala Dinas Pengelolaan Pasar, Subagyo dalam laporannya menyebutkan pasar darurat yang akan dibangun itu terdiri atas 1.300 kios dan 864 los. Biaya pembangunan sebesar Rp24 miliar bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah, APBD Kota Surakarta, dan hibah dari kalangan perbankan dan perusahaan. Proses pembangunan dijadwalkan berlangsung selama 90 hari.
FX Hadi Rudyatmo berharap pekerjaan itu bisa selesai sesuai jadwal, sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh para pedagang. Pembangunan pasar darurat ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Surakarta untuk menyediakan tempat berdagang yang layak walaupun masih alakadarnya, supaya kegiatan ekonomi pedagang Klewer segera bangkit kembali.
"Maaf kalau dianggap lambat, karena ada persoalan administrasi yang harus dipenuhi. Dalam 90 hari masa pembangunan, kami berharap jangan ada yang ada menganggu sedikitpun," tegas Rudi.
Penegasan serupa diserukan Paku Buwono XIII. Dalam maklumatnya ia meminta seluruh warga mendukung sepenuh hati upaya Pemerintah Kota Surakarta untuk memelihara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
"Saya telah memberikan izin penggunaan dan pemanfaatan Alun-Alun Utara hingga dua tahun mendatang atau 6 April 2017," tandasnya. (N-3)