Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RESEPSI pernikahan pasangan Muhammad Min Hajul Arifin 20, dan Epa Fauziah, 19, pada Minggu (24/6) berlangsung secara sederhana karena keluarga masih dalam keadaan berduka.
Pasalnya, pada Sabtu (23/6), ayah kandung Epa, Dadan, 54, tewas secara mengenaskan. Dadan yang merupakan warga Kampung Coblongan Desa Tamanjaya Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ditemukan tewas di kandang kambing yang terletak sekitar 10 meter dari rumahnya dengan golok menancap di dada.
"Kita sudah musyawarah, acaranya dibuat sesederhana mungkin karena kami sedang berkabung. Bahkan pesta dengan menyewa sound system harus dibatalkan," kata Asep Wahidin, 54, perwakilan keluarga.
Istri korban, Ela Julaeha, 44, adalah saksi yang pertama mendapati kondisi Dadan. Dan pada Sabtu (23/6) dini hari, dirinya bersama korban sempat berbincang mengenai persiapan pernikahan putrinya.
Setelah sempat tertidur, Ela terbangun pada sekitar pukul 04.00 WIB dan mendapati suaminya tidak berada di tempat tidur.
"Saya mengira bapak tertidur di musala karena ia sering berzikir di sana. Tetapi sampai pukul 05.30, saya belum bertemu bapak. Setelah dicari-cari ke sana-sini, saya disuruh saudara agar mencari ke kandang kambing karena bapak sering ke sana," ucapnya.
Baru dua langkah tiba di kandang kambing, ia histeris melihat jenazah suaminya yang sudah terbujur kaku dengan golok masih menancap di dada. Seketika itu, Ela langsung berteriak meminta tolong saudara dan para tetangganya. "Saya berteriak, kemudian orang-orang berdatangan ke sini," lanjut dia.
Dia mengaku tidak mendengar suara mencurigakan sebelum Dadan ditemukan. Tetapi Ela mengaku mendengar kambing dan ayam peliharaan mereka bersuara.
"Saya hanya mendengar suara kambing dan ayam. Bapak juga mungkin mendengar suara itu jadi mendatangi kandang. Kalau mendengar suara kambing, saya juga pasti ke sana, apalagi suami saya," tambahnya.
Kapolsek Gununghalu AK Ikhwan Heriyanto mengungkapkan, korban ditemukan pertama kali oleh Ela Julaeha sekitar pukul 05.30. Setelah menerima laporan, tim Inafis Polres Cimahi langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Barang bukti yang ditemukan di TKP ialah sebuah golok yang menancap di dada korban. Untuk mengungkap kasus ini, kami juga sudah memeriksa beberapa saksi," terangnya.
Ikhwan menyebutkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kematian korban. Kendati korban diduga menjadi korban pembunuhan, dia belum bisa memastikan motif di balik kasus tersebut.
Apalagi, tidak ada harta benda milik korban yang hilang.
Disinggung apakah korban memiliki musuh atau permasalahan keluarga, Ikhwan menyatakan, berdasarkan informasi dari istri korban tidak ada masalah apapun. Sebaliknya, keluarga korban justru akan menghadapi momen bahagia jelang pernikahan putrinya. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved