Warga Diedukasi Peduli Sampah Plastik saat Mudik

Thomas Harming Suwarta
24/6/2018 10:45
Warga Diedukasi Peduli Sampah Plastik saat Mudik
ARUS BALIK PESEPEDA MOTOR: Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, kemarin. Kementerian Perhubungan memproyeksi puncak arus balik Lebaran 2018 gelombang kedua akan terjadi pada 23-24 Juni 2018.(ANTARA/SIGID KURNIAWAN)

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mengupaya edukasi kepada masyarakat agar memiliki perilaku peduli sampah. Salah satu langkah yang dilakukan ialah melalui program edukasi ketika arus balik mudik Lebaran.

Edukasi itu dilakukan sebagai kerja nyata untuk mengendalikan sampah plastik. Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, menjelaskan berbagai kampanye telah dimulai untuk mengendalikan sampah plastik sejak awal 2018, tepatnya mulai 21 Februari 2018 yang bersamaan dengan Hari Peduli Sampah Nasional.

Kampanye itu kemudian dilanjutkan saat masyarakat mudik dan arus balik Lebaran. "Intinya ialah ada upaya untuk mengubah opini dan kesadaran para pemudik serta masyarakat luas untuk tetap berperilaku bijak dalam mengelola sampah, terutama dalam suasana kegembiraan merayakan hari raya," jelas Vivien saat meninjau upaya pengendalian sampah plastik di Rest Area Km 101 Tol Cipali, Kabupaten Subang, kemarin.

Dia melanjutkan upaya edukasi itu dilakukan dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten, Jasa Marga, dan pengelola rest area.

"Saya senang setelah mengecek langsung seperti ini. Koordinasi kami artinya berjalan baik, kebersihan rest area tetap terjaga, sampah tidak ada yang menumpuk. Padahal, kita tahu volume sampah saat mudik dan arus balik pasti meningkat," ucapnya.

 

Ditingkatkan

Mengenai kelanjutan sinergi tersebut, Vivien berharap kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, pengelola tol, dan pengelola rest area dapat terus ditingkatkan. "Apa yang ingin kita capai dari gerakan ini ialah edukasi pada masyarakat. Yang tadinya cenderung instan dengan minuman dan makanan kemasan plastik, harus berupaya membawa botol minuman sendiri atau setidaknya menempatkan sampah pada tempat yang sudah disiapkan," urainya.

Di kesempatan sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, Yayat Sudrajat, mengapresiasi upaya KLHK dalam hal pengendalian sampah plastik, baik pada saat arus mudik maupun balik.

"Memang masih ada saja masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan, tetapi setidaknya dengan gerakan ini pelan-pelan masyarakat diajak sadar untuk tidak menyampah," kata Yayat.

Di rest area Km 101, lanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang menyediakan 30 orang Pasukan Sapu Bersih. Mereka bertugas mengontrol sampah para pemudik.

Selain menyiagakan para petugas, pihaknya dan pengelola rest area memastikan ketercukupan tempat sampah. "Itu semua kita permudah agar lingkungan tetap bersih."

Terkait volume sampah yang dikumpulkan, Yayat mengatakan di rest area Km 101 tercatat sebanyak 3 ton sampah plastik per hari. "Tentu saja ada lonjakan. Kami sudah bisa mengendalikan dengan baik sehingga tidak ada penumpukan sampah di sini dan kondisi rest area tetap bersih," imbuhnya.

Sebagai informasi, KLHK telah menerbitkan Surat Edaran Dirjen PSLB3 Nomor: SE.2/PSLB3/PS/PLB.0/6/2018 tentang Pelaksanaan Mudik tanpa Sampah yang ditujukan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota untuk ikut melaksanakan mudik tanpa sampah.

Langkah konkretnya ialah dengan menggelar kampanye dan edukasi kepada masyarakat, menyediakan sarana pengelolaan sampah memadai seperti tempat sampah terpilah di fasilitas publik, serta menyelenggarakan penanganan sampah di jalur mudik dan daerah penyangga. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya