Tingkatkan Kunjungan Turis, Tabanan Gelar Ulun Danu Beratan Art Festival

Micom
22/6/2018 08:20
Tingkatkan Kunjungan Turis, Tabanan Gelar Ulun Danu Beratan Art Festival
(Ist)

DALAM rangka meningkatkan kunjungan wisatawan serta melestarikan seni dan budaya, Pemerintah Kabupaten Tabanan yang bekerja sama dengan Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan menggelar acara Ulun Danu Beratan Art Festival IV 2018 pada 13 Juni hingga 1 Juli, dengan puncak acara selama 3 hari yaitu pada 24-26 Juni yang dihadiri langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya. 

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan pada festival tahun ini mengambil tema 'danu kertih' yang bermakna menyatukan beragam adat budaya Nusantara dengan mengoptimalkan potensi seni dan budaya yang diharapkan mampu untuk mendogkrak sektor  pariwisata.

“Untuk mendongkrak pariwisata, memang harus perlu banyak inovasi, salah satunya dengan adanya even seperti ini, selain untuk melestarikan seni dan budaya lokal, hal ini juga bisa mengundang banyak wisatawan, terbukti sejak dimulainya acara yang biasa per hari 2.000 pengunjung, bisa naik mencapai 5.000 pengunjung," ujar Bupati Eka saat memberi keterangan di DTW Ulun Danu Beratan, Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Kamis (21/6).

Bupati Eka memang tidak pernah kehabisan akal dalam hal mengembangkan sektor pariwisata, terbukti hingga saat ini Tabanan sudah memiliki 25 daya tarik wisata. Dan yang terus menerus dikembangkan ialah desa wisata. Dari total 41 desa yang berpotensi, sudah ditetapkan sebanyak 16 desa wisata.

“Selama ini saya selalu menerapkan konsep kebersamaan dalam membangun baik itu dari masyarakat, pihak pengelola pemda, maupun dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata, yang selama ini terus memberikan dukungan kepada kami," ungkap Eka.

Sementara itu, Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Mustika, mengungkapkan, pelaksanaan festival terbagi menjadi 3 kegiatan, yakni pre-event, puncak festival, dan post-event dengan melibatkan sebanyak 2.500 seniman.

“Untuk pre-event pelaksanaannya dari 13 Juni sampai 22 Juni yang diisi dengan atraksi seni dan berbagai macam lomba seperti mewarnai, rias sampan dayung, membuat patung dari sayuran, videografi, fotografi, membuat penjor, dan merangkai bunga. Untuk puncak festival akan ada atrasksi seni dan budaya, parade gebogan, dan penebaran benih ikan. Dan terkahir untuk post-event akan ditutup dengan atraksi seni dan budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat," kata Wayan Mustika. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya