Nelayan di Cilacap Kian Terpuruk akibat Harga BBM Naik

Liliek Dharmawan
31/3/2015 00:00
Nelayan di Cilacap Kian Terpuruk akibat Harga BBM Naik
(MI/Liliek Dharmawan)
NASIB nelayan di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) semakin tidak menentu setelah naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Sebab, mereka sangat tergantung dengan BBM sementara hasil tangkapan masih tetap sama.

Salah seorang nelayan di Kampung Laut, Cilacap, Badri, 45, mengatakan kalau harga BBM yang mengalami kenaikan membuat hidup nelayan kian sengsara.

"Apalagi, saat ini harga premium yang sebelumnya Rp6.900 per liter kini menjadi Rp7.400 per liter. Padahal, nelayan di sini membeli di tempat eceran. Pada saat harga BBM 6.900 per liter, harga di eceran bisa mencapai Rp8.500 per liter, sehingga pada saat harga Rp7.400 per liter, maka harganya menjadi Rp9.500 per liter," kata Badri, hari ini.

Menurutnya, harga BBM di Kampung Laut memang mahal, karena harus diangkut dari Cilacap dengan menggunakan perahu. "Dengan semakin tingginya harga BBM, maka kehidupan nelayan bakal semakin terpuruk. Apalagi, hasil tangkapan tidak terlalu bagus," katanya.

Nelayan lainnya asal Tegalkamulyan, Cilacap, Kartono, 51, mengungkapkan hasil laut saat ini tidak terlalu bagus. "Setiap hari saya membutuhkan 5 liter BBM. Namun demikian, hasilnya tidak seberapa.

Kadang-kadang hanya mendapatkan hasil tangkapan ikan dan dijual dengan harga Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Padahal, harga BBM telah naik, sehingga hasil yang dibawa pulang juga sangat minim. Kami berharap, pemerintah memberikan layanan khusus bagi nelayan sehingga nantinya tidak semakin terpuruk," katanya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya