(Menteri Perencanaan Pembangunan Andrinof A Chaniago. (ANTARA/Vitalis Yogi Trisna))
MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional, Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menyatakan pemerintah akan melakukan kajian tentang pembangunan kereta api di Kalteng.
Penegasan itu dikatakan Andrinof kepada wartawan, usai membuka Musrenbang Kalteng Tahun 2015, di Kantor Gubernur Kalteng, Senin (29/3).
Ditekankanya, Bappenas akan meluruskan dan menajamkan hal itu (pembangunan jaringan rel kereta api) dari ide yang sudah ada, dari rancangan perecanaan yang sudah ada.
Ketika ditanya wartawan apakah Bappenas akan melakukan evaluasi pembangunan rel kereta api di Kalteng, secara implisif Andrinof menegaskan akan disempurnakan rencananya. "Kalau itu rencana infrastruktur manfaatkan untuk ini, untuk itu atau pengembangan kawasan apa," ujarnya.
Andrinof juga juga menegaskan, semua proyek infrastruktur yang ada itu adalah untuk kepentingan public, dan yang murni swasta itu tidak ada.
"Yang namanya proyek infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan dan rel kereta api mengandung kepentingan publik, sehingga tidak mungkin mendirikan perusahaan harus izin pemerintah, apalagi membangun jalan, rel kereta api,'' tegasnya.
Untuk diketahui, saat pemerintah Provinsi Kalteng melalui Konsursium PT Kereta Api Tambun Bungai segera membangun jaringan rel kereta api untuk pengangkutan batu bara dan manusia,
"Direncanakan ground breakingnya dilakukan pada bulan Juni 2015 oleh Presiden Joko Widodo,'' ujar Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang. Menurut Gubernur, nantinya jaringan kereta api yang dibangun pihak swasta bekerjasama dengan Pemerinath Provinsi Kalteng akan menghubungkan sejumlah kabupaten di Kalteng seperti Murung Raya-Barito Utara-Barito Selatan- Pelabuhan Batanjung (Kabupaten Kapuas).
Kemudian yang menghubungkan Kudangan (Kabupaten Lamandau)-Kumai (Kabupaten Kotawaringin Barat). Palangkaraya-Kuala Kurun (Kabupaten Gunung Mas)- Batanjung (Kabupaten Kapuuas).
Selain Kalteng, Pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan juga segera membangun jaringan kereta api yang menghubungkan 5 provinsi di Kalimantan. Anggaran yang disediakan dari APBN mencapai Rp23 Triliun untuk membangun jaringan rel sepanjang 2000 kilometer. Diperkirakan pembuatan infrastrukturnya dimulai tahun 2017 mendatang dan selesai tahun 2023. (OL-3)