Candi Prambanan masih Jadi Favorit

(AU/YK/N-2)
20/6/2018 04:15
Candi Prambanan masih Jadi Favorit
(MI/Agus Utantoro )

LEBARAN juga dimanfaatkan warga untuk berwisata. Salah satu tempat yang menangguk pendapatan besar dari kunjungan itu ialah Candi Prambanan, yang berada di perbatasan Jawa Tengah-DI Yogyakarta.

“Candi Prambanan masih menjadi objek wisata favorit untuk dikunjungi. Sejak Lebaran hingga H+3, kunjungan ke candi ini sudah mencapai 50 ribu orang lebih,” kata Kepala Unit Candi Prambanan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Aryono, kemarin.

Puncak kunjungan wisatawan, tuturnya, terjadi pada H+3, atau Senin (18/6), dengan jumlah pengunjung mencapai 30.400 orang. Tahun lalu, puncak kunjungan wisatawan juga terjadi pada H+3 dengan jumlah wisatawan mencapai sekitar 29 ribu orang lebih.

Aryono memperkirakan kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan masih akan tinggi hingga H+5, atau Rabu (20/6). Jumlah kunjungan rata-rata per hari berkisar 20 ribu orang lebih.

Di antara para pengunjung itu, 350-400 orang merupakan wisatawan mancanegara. Jumlah itu naik sekitar 10% dari tahun lalu.

Kunjungan wisatawan juga memadati sejumlah objek wisata di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Selama tiga hari, pada H+1 hingga H+3, wisatawan yang berkunjung ke daerah itu mencapai 181.016 orang.

Khusus satu hari, kemarin, pengunjung berjumlah 50 ribu orang lebih. Sebagian besar sangat meminati pantai.

“Libur Lebaran tahun ini, kami menargetkan ada 300 ribu wisatawan yang datang sehingga bisa menyumbang pendapatan asli daerah hingga Rp2,6 miliar,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono.

Kemarin, kawasan Maliboro juga dipadati warga yang hendak berbelanja. Lalu lintas pun padat merayap.

Berbeda dengan kunjungan ke Yogyakarta yang terus meningkat, objek wisata di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dikeluhkan mengalami penurunan kunjungan sangat signifikan. Di objek Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo Lamongan, penurunan diklaim mencapai 35% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kami menduga lesunya wahana wisata di kawasan Kecamatan Paciran ini karena iklim perekonomian yang kurang bergairah. Kelihatannya memang masih ramai, tapi jumlah pengujung menurun banyak,” kata Direktur WBL, Ali Chanda Arif.

Lesunya kunjungan wisata, lanjut dia, disebabkan penga­ruh tahun politik dan dekatnya masa penerimaan siswa baru. “Orangtua lebih mengutamakan biaya sekolah anak daripada berwisata.”

Di Lamongan, WBL dan Maharani Zoo menyumbang pendapatan asli daerah terbesar dari sektor pariwisata. Setiap tahun, kontribusi PAD dari sektor pariwisata rata-rata mencapai Rp13,5 miliar. (AU/YK/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya