Daerah Sambut Perubahan Mekanisme Bantuan Alsintan

(DY/N-2)
19/6/2018 23:45
Daerah Sambut Perubahan Mekanisme Bantuan Alsintan
(MI/Bagus Suryo)

SEJUMLAH masalah masih menghadang program pemerintah memberi bantuan alat mesin pertanian (alsintan) untuk petani. Mulai jenis bantuan yang tidak sesuai kebutuhan petani, alat tidak terpakai, hingga banyak yang cepat rusak.

“Kami tidak meragukan ke­sungguhan pemerintah untuk membangun sektor pertanian, termasuk di Kalimantan Selatan, yang telah menjadi salah satu lumbung pangan naional. Kami banyak mendapat bantuan alsintan untuk 13 kabupaten dan kota,” papar Kepala Dinas Tanaman pangan dan Hortikultura Kalsel, Faturahman, di Banjarmasin, Selasa (19/6).

Dulu, ia mengaku mekanism­e bantuan belum tertata baik. Mekanismenya kurang memperhitungkan kebutuhan dan pemanfaatan alat, karakteristik lahan, persaingan antarkelompok tani, dan ke­terbatasan petani.

Faturahman menyambut keinginan pemerintah untuk membenahi mekanisme itu. Apalagi, pemerintah juga memantau dan mengawasi pemanfaatan alat lewat Brigade Alsintan yang dibentuk di kabupaten dan kota.

Kalimantan Selatan juga masih membutuhkan bantuan alat dari pemerintah pusat. Sampai Juni, daerah itu menargetkan luas tanaman padi mencapai 110.610 hektare.

Sebagian besar lahan merupakan rawa lebak. Luas ta­nam pada Oktober 2017-Maret mencapai 392.792 hektare.

“Luas tanam padi masih bisa ditingkatkan dengan menambah intensitas penanaman. Saat ini 80% lahan hanya ditanami satu kali per tahun,” tandas Faturahman. (DY/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya