Banjir Kepung Madiun

Sunarwoto
25/3/2015 00:00
Banjir Kepung Madiun
(ANTARA/Siswowidodo)
HUJAN deras yang terus mengguyur Kota dan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tadi malam, membuat wilayah ini didera banjir. Kali ini, genangan air tergolong paling parah sepanjang 7 tahun terakhir. Sejumlah desa di kedua daerah tergenangi air hingga setinggi setengah meter.

Di Kabupaten Madiun, banjir mengepung Kelurahan Rejomulyo, Tawanrejo, Pilangbango dan Kelun, di Kecamatan Kartoharjo. Akibatnya, jalan alternatif penghubung Kota-Kabupaten Madiun sepanjang 2 kilometer tidak dapat dilalui kendaraan roda 4 maupun 2. Hari ini, sejumlah aktivitas sekolah hingga sarana kesehatan terpaksa diliburkan.

''Sekitar pukul 03.00 WIB tadi, saya mendengar suara pukulan tiang listrik berkali-kali. Begitu bangun dan ke luar rumah, ternyata genangan air sudah mendekati teras rumah, meski rumah ini lebih tinggi dari jalan raya,'' jelas Suntoro, warga Perumnas Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

Untuk jaga-jaga, Suntoro sudah menaikan barang-barang berharga ke lantai atas rumah. Sebelumnya, banjir besar seperti ini pernah terjadi pada 2007, yang merendam sejumlah kelurahan di Kecamatan Kartoharjo. ''Banjir kali ini terparah kedua setelah banjir 2007. Sebelumnya, banjir hanya sebentar, sekitar 2-3 jam dan kemudian surut,'' lanjutnya.

Wali Kota Madiun Bambang Irianto dan Sekda Maidi sudah datang ke lokasi banjir. ''Saya sudah perintahkan seluruh potensi melakukan pemantauan serius. Jika ada warga yang rumahnya mulai terendam agar segera diungsikan,'' tandas Bambang.

Di Kabupaten Madiun, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Edi Harianto mengatakan banjir menggenangi jalan dan rumah warga di empat desa di dua kecamatan, yakni Desa Tempursari dan Desa Mojorayung, Kecamatan Wungu serta Desa Sumberejo dan Desa Banjarsari, di Kecamatan Madiun.

''Air masih mengenangi Dusun Glonggong, Desa Tempursari, Kecamatan Wungu dan Desa Sumberejo, Kecamatan Madiun. Kalau tidak hujan lagi, kemungkinan air segera surut dalam waktu 2-3 jam,'' kata Edi.

Ia mengaku belum ada laporan kerusakan rumah warga, sarana umum, pendidikan maupun ibadah. Meski begitu, siaga terus dilakukan seluruh unsur di lapangan. (N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya