Pendatang tanpa Identitas Dipulangkan ke Daerah Asal

(OL/Ant/N-3)
19/6/2018 02:30
Pendatang tanpa Identitas Dipulangkan ke Daerah Asal
(ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

DALAM mengantisipasi melonjaknya pendatang pasca-Idul Fitri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, Bali, mulai memeriksa penumpang bus yang tiba di Terminal Mengwi Badung sebelum mereka masuk ke wilayah lain. Pemeriksaan sudah dilakukan sejak Minggu (17/7).

Kasatpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, menjelaskan giat tersebut melibatkan TNI, polisi, Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, Camat Mengwi, desa, Linmas, dan PPNS. "Kami menerjunkan 47 personel. Giat pengamanan mulai dilakukan sejak kemarin malam hingga Kamis 21 Juni," kata Suryanegara, Senin (18/6).

Hanya, bus-bus yang masuk ke Terminal Mengwi belum banyak. Suryanegara memastikan pada beberapa hari ke depan akan terjadi lonjakan penumpang yang masuk ke Terminal Mengwi.

Lebih lanjut ia menjelaskan masyarakat yang tidak dilengkapi dengan kartu identitas penduduk akan dikembalikan ke daerah asal.

"Jika ada yang tanpa identitas langsung kita kembalikan ke daerah asalnya," tegasnya.

Sementara itu, kantor Disdukcapil di Kabupaten Badung tetap membuka layanan di tengah libur Lebaran sejak pekan lalu. Kepala Disdukcapil Badung, Nyoman Soka, menjelaskan, pihaknya tetap membuka layanan kepada masyarakat, seperti legalisasi kartu keluarga dan akta kelahiran, untuk memenuhi syarat penerimaan peserta didik baru.

"Terbanyak legalisasi kartu keluarga dan akta kelahiran untuk mendaftarkan ke sekolah-sekolah," jelas Nyoman Soka.

Masih terkait dengan masalah kependudukan, DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota untuk melakukan kontrol pada pendatang baru dari luar. Pemkot juga diminta menggelar operasi yustisi usia libur Lebaran.

Ketua DPRD Surabaya, Armuji, mengatakan kontrol tersebut perlu dilakukan agar Kota Pahlawan tidak dipenuhi pendatang dari luar kota, yang tidak memiliki tujuan jelas. "Tujuan mereka datang ke Surabaya bermacam-macam. Kami tidak melarang datang ke Surabaya asalkan tujuannya jelas dan tak menjadi beban kota nantinya," katanya.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya