Polisi Tutup Pabrik Kikil Berbahan Kimia

Kristiadi
25/3/2015 00:00
Polisi Tutup Pabrik Kikil Berbahan Kimia
(Ilustrasi---Antara/Ismar Patrizki)
TADI malam, polisi menggerebek dua tempat pengolahan kikil dengan menggunakan bahan kimia berbahaya di Kampung Tonjong, Kelurahan  Parakannyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Dari kedua lokasi, petugas menyita 3,1 ton kulit sapi untuk makanan itu.

Kedua lokasi diketahui milik kakak beradik Soleh, 62 dan Euis, 60, keduanya warga Kampung Cibuntu, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Kikil berasal dari Australia, Jerman, Polandia dan Belanda yang diimpor melalui Surabaya.

''Sudah dua tahun mereka memproduksi kikil berbahaya. Keduanya mencampur kikil yang kondisinya sudah rusak agar terlihat segar dengan bahan kimia berbahaya seperti hidrogen peroksida, Sulfur itrat dan pupuk Za,'' jelas Kanit IV Sub Direktorat IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat, Komisaris Iman Imannudin.

Dalam dua minggu, lanjut Iman, mereka mengorder bahan kikil berbahaya tersebut masing-masing sebanyak 7 ton. Kikil siap edar dikirim ke Pasar Cikurubuk dan Indihiang, Tasikmalaya, serta ke Cianjur, rata-rata 4 kuintal per pasar.

Sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian sepakat pabrik pengolahan kikil itu ditutup selamanya. ''Sejak pabrik ini beroperasi, kami harus terus-terusan menghirup udara baru yang bersumber dari sana. Kami yakin pabrik ini tidak mengantongi izin," kata Adhi, Ketua RT 04, RW 11, Kelurahan Parakannyasag. Dalam penggerebekan itu, polisi menahan dua pemilik pabrik dan tujuh pekerja. (N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya