Konflik Harimau Terjadi Lagi

(RK/N-3)
17/6/2018 23:15
Konflik Harimau Terjadi Lagi
( ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

KONFLIK harimau sumatra dengan manusia kembali terjadi di sekitar kawasan konsesi PT Tabung Haji Indo Plantations (THIP) Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Minggu (17/6).

Sebelumnya konflik pernah terjadi sepanjang Januari, Maret, dan April antara harimau betina bernama Bonita dan manusia. Peristiwa itu berujung tewasnya Jumiati, karyawan PT THIP dan Yusri Effendi, warga setempat.

Konflik sempat mereda setelah tim gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau berhasil menangkap harimau yang diduga ialah Bonita pada 20 April.

“Sekarang ditemukan kembali jejak harimau sumatra di kawasan konflik Bonita. Sebelumnya memang dari awal saya katakan diduga minimal ada dua individu harimau di sana,” jelas Kepala BBKSDA Riau, Suharyono di Pekanbaru, Minggu (17/6).

 Sampai saat ini tim gabungan dari Arsari Dhamasraya (Yayasan Arsari Djojohadikusumo), WWF, PKAS, yang bertugas saat penanganan Bonita belum ditarik dari Pelangiran, Indragiri Hilir. “Mereka terus melakukan observasi di sana,” tambahnya.

 Dijelaskannya, sejak ditemukannya kembali jejak harimau sumatra, tim terus bekerja melakukan menelusuri keberadaan harimau tersebut. Tim juga berusaha melakukan pendekatan terhadap warga yang secara psikologis pernah mengalami trauma akibat kon-flik panjang dengan Bonita beberapa waktu lalu.

“Sampai saat ini tim masih melakukan observasi individu harimau di Pelangiran. Saat ini ada tujuh tim yang melakukan pengamanan dan ada tim medis dokter, yaitu Dokter Deni dan Dokter Simamora di lapangan,” imbuhnya.

Di sisi lain, lanjut Suharyono, seusai konflik Bonita yang cukup panjang dan menelan korban jiwa, tim juga bertugas memberikan ketenangan kepada warga di daerah konflik Kecamatan Pelangiran. (RK/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya