JIKA di wilayah lain alih fungsi lahan terjadi akibat industri dan kebutuhan perumahan, tidak demikian dengan yang terjadi di kawsan pesisir pantai utara sejumlah kabupaten di Jawa Tengah. Perubahan fungsi lahan di daerah ini terjadi akibat sering datangnya banjir air laut pasang atau rob.
Kondisi itu terjadi di Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, dan Demak. Sudah banyak petani di wilayah ini yang memilih alih profesi demi mempertahankan hidup.
Warisan, 46, warga di Onggorawe, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, mengatakan kondisi pertanian di daerahnya telah berubah dratis. Ribuan hektare sawah kini tidak dapat ditanami akibat telah terendam rob.
''Sebagian besar petani pemilik lahan memilih menjual sawah mereka karena tidak lagi dapat berproduksi. Dulu, saya juga petani dengan tanah garapan seluas 4 hektare, namun akibat rob, saya meninggalkan sawah dan memilih bekerja di pabrik sebagai buruh jemur kardus,'' tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan Abdullah, 50, warga lain di Tugu, Sayung. ''Saya menjual lahan ke industri karena tidak bisa ditanami lagi. Sekarang, saya memilih jadi kuli bangunan di Semarang.''
Penyusutan lahan persawahan di Kota Semarang mencapai 5%-10%. "saat ini, sawah di Semarang tinggal 3.700 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang WP Rusdiana.
Di Kabupaten Demak, seperti diungkapkan Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Heru Prayitno, alih fungsi lahan membuat 1.800 hektare sawah di Kecamatan Sayung, beralih menjadi kawasan industri. "Alih fungsi dikuatkan dengan Perda No6/2011, karena daerah itu termasuk areal pertanian nonproduktif akibat terkena bencana banjir air laut pasang.''
Dia menambahkan lahan pertanian di wilayahnya total tersisa sekitar 50 ribu hektare. Tahun ini, target hasil panen gabah kering giling mencapai 920 ribu ton.
'''Kami pesimistis target itu bisa dicapai, karena luas lahan yang terus menyusut,'' sambung Heru.
Setali tiga uang, Kota Pekalongan juga terkendala dengan rob. Total sudah ada 197,5 hektare lahan pertanian yang selalu terkena banjir air laut pasang. "Sebagian lahan itu sudah kami alih fungsikan menjadi tambak," kata Wali Kota Pekalongan Basyir Achmad. (N-3)