Dua Penumpang Sriwijaya Air Jadi Korban Peluru Nyasar
Marcelinus Kelen
09/3/2015 00:00
(Antara/Basrul Haq)
SUGIONO, 32, dan anaknya Novan, 6, tengah mengantre di loket maskapai Sriwijaya Air di Bandara Mopah, Kabupaten Merauke, Papua, saat nahas menimpa mereka, tadi pagi. Sebuah peluru yang ditembakkan dari pistol FN mengenai dada Sugiono dan tembus ke tubuh sang anak yang tengah berada di gendongannya.
Novan meninggal dunia dan Sugiono dalam kondisi kritis. Saat kejadian, senjata milik Letkol CPA Joko Pitoyo, Kepala Perbekalangan dan Angkutan Kodam XVII Cenderawasih itu tengah dipegang Praka Dedy, anggotanya.
Dedy yang berada di konter maskapai Lion Air berniat mengosongkan senjata itu. Ia mengokang senjata dan mengarahkannya ke dinding yang menjadi penyekat antara konter Sriwijaya Air dan Lion Air. Ternyata, senjata itu masih berpeluru, dan menembus dinding kayu, sehingga mengenai kedua korban.
"Saat kejadian, korban menunggu pesawat yang akan membawanya ke Yogyakarta, sedangkan Joko dan Dedy hendak bepergian ke Jayapura," kata kabid Humas Polda Papua, Kombes Patrige Renwarin.
Komandan Korem Merauke Brigjen TNI Supatrodi menyatakan Letkol Joko dan Praka Dedy. "Peristiwa itu terjadi karena mereka lalai. Kami akan menyelidikinya lebih lanjut." (N-3)