MENJADI pendukung mantan bupati, membuat sejumlah kepala desa alias kuwu di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melalaikan tugasnya. Setiap Senin, mereka beramai-ramai pergi ke Bandung menghadiri sidang Irianto MS Syafiuddin atau Yance, yang tersandung dugaan korupsi. ''Banyak warga mengeluh, karena pelayanan di desa menjadi terganggu. Saya mendengar langsung keluhan mereka, saat menemui warga di Kecamatan Karangampel, awal pekan ini,'' tutur Azun Mauzan, anggota DPRD Indramayu, siang tadi.
Yance adalah mantan Bupati Indramayu yang pernah menjabat selama dua periode. Ia kemudian digantikan oleh istrinya, Anna Sophanah yang menjabat sejak 2010 lalu. Yance diduga terlibat dalam kasus korupsi pembebasan lahan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Sumur Adem pada 2004. Kerugian negara dalam kasus itu mencapai Rp42 miliar.
Selain kuwu, lanjut Azun, perangkat desa dan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu juga ikut ke Bandung. Akibatnya, banyak pelayanan publik yang terganggu. ''Kuwu itu kan dipilih langsung oleh masyarakat. Seharusnya mereka lebih mengutamakan kepentingan masyarakat, bukan mendukung Irianto, yang bukan pemimpin mereka lagi,'' tambah anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini. Saat dikonfirmasi, Sekda Kabupaten Indramayu, Ahmad Bahtiar membantah pelayanan publik terganggu. ''Di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten, pelayanan publik tetap berjalan normal. Desa mana yang gak jalan? Kecamatan mana yang gak jalan? Semuanya tetap jalan kok.'' (N-3)