Petani tidak Menikmati Kenaikan Harga Beras

Heri Susetyo
25/2/2015 00:00
Petani tidak Menikmati Kenaikan Harga Beras
()
KENAIKAN harga beras, ternyata tidak membawa berkah bagi petani. Meski harga beras termurah sudah di atas Rp10 ribu per kilogram, harga gabah kering belum bergerak dari Rp5.500, seperti harga saat musim panen lalu. "Bahkan, harga gabah basah lebih rendah lagi, yakni Rp4.500 per kilogram. Panen sekarang, saya memilih untuk tidak menjual gabah, karena harganya masih rendah," kata Abdul Manaf, petani Desa Simo Kesambi, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pagi ini.

Dengan harga gabah yang masih rendah, Manaf mengaku, hasil yang didapat tidak sepadan dengan biaya produksi yang dikeluarkan, seperti pembelian bibit, pupuk, dan pengolahan. "Daripada merugi, ya lebih baik disimpan dulu saja, sampai harga membaik," tandasnya. Harga Pembelian Pemerintah yang ditetapkan pemerintah pada 2012 silam untuk gabah kering giling sebesar Rp4.200 dan beras Rp6.600 per kilogram. Setelah bertahan lebih dari dua tahun, pada 2015 ini, pemerintah menetapkan HPP beras naik 10% menjadi Rp7.260 per kilogram. Di masyarakat, harga gabah dan beras sudah jauh di atas HPP. "Pemerintah sudah waktunya mempertimbangkan lagi HPP untuk gabah dan beras, sesuai kondisi harga di lapangan," lanjut Abdul Manaf.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya