Dua Bulan, Warga Terkepung Penyakit Kulit

Kristiadi
25/2/2015 00:00
Dua Bulan, Warga Terkepung Penyakit Kulit
()
KORENG dan buduk. Dua penyakit kulit itu sangat akrab dengan warga Desa Singasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dua bulan terakhir.

''Hari ini berobat ke puskesmas dan sembuh. Dua hari kemudian buduk datang lagi,'' keluh Hapidin, 42, warga Kampung Simpang.

Penyakit kulit ini mayoritas menyerang anak-anak dan balita, tetapi tidak sedikit pula orang dewasa yang juga mengalami hal serupa. Diduga munculnya penyakit itu akibat sistem sanitasi lingkungan yang buruk. Sebagian besar warga tidak memiliki tempat mandi, cuci, dan kakus. Kegiatan buang air besar sekalipun dilakukan secara sembarangan.

Saluran air kotor pun tidak mengalir sempurna. Salah satu kolam pembuangan pun makin kotor dan bau. Tragisnya, air kolam ini dimanfaatkan kembali oleh warga untuk mandi dan mencuci pakaian. Warga lain juga membuang hajat secara sembarangan di areal kebun.

''Buduk dan koreng menimpa saya, istri dan dua anak kami. Sudah dua bulan ini tidak kunjung hilang,'' lanjut Hapidin.

Kepala Desa Singasari, Saefudin, mengakui kesadaran warganya untuk menjaga lingkungan masih sangat lemah. ''Banyak warga tidak memiliki MCK sendiri, sehingga mereka membuang air secara sembarangan.''

Ia mengaku khawatir jika tidak segera ditindaklanjuti dengan program pembangunan sanitasi yang baik, penyakit lain akan berdatangan. ''Saya takut, setelah penyakit kulit ini muncul wabah diare atau muntaber. Sekarang saja banyak warga yang tidak mampu berobat untuk penyakit kulit yang mereka alami.'' (N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya