Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) membuat keributan di Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Dari informasi yang dihimpun, anggota ormas itu hendak meminta uang dengan label tunjangan hari raya (THR) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bandung Barat, Jumat (8/6) sore.
Karena tidak mendapat apa yang diharapkan, mereka merusak ruangan kantor PUPR serta menganiaya dua pegawai.
Seorang saksi mata yang juga pegawai Dinas PUPR yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu (10/6), mengungkapkan suasana pada saat anggota ormas mendatangi kantor cukup mencekam. Meskipun, saat kejadian sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjaga di kantor itu.
"Mereka mungkin anggota LSM atau ormas. Awalnya mereka meminta uang, tapi enggak dikasih, mereka akhirnya memaksa mau mengambil bingkisan milik Kepala Dinas tapi dilarang sama staf PUPR. Sampai timbul keributan dan memukul staf yang melarang tadi. Kantor Bidang Tata Ruang juga diubrak-abrik sampai berantakan," katanya.
Saksi lain yang juga menolak disebutkan namanya mengatakan, keributan juga menyebabkan seorang anggota Satpol PP mengalami pendarahan di kepala.
"Kejadiannya cepat, bahkan ada anggota Satpol yang kepalanya berdarah. Dia sebenarnya mau meluruskan masalah, tapi ada orang yang tiba-tiba masuk dan menantang," ucapnya.
Kepala Satpol PP Bandung Barat Rini Sartika mengakui penyerangan itu mengakibatkan anak buanya terluka. Pihaknya mempercayakan kepada kepolisian untuk mengusut dan menangani kasus tersebut.
"Kondisi anggota Satpol PP yang terluka sudah membaik karena langsung dibawa ke Puskesmas. Kepalanya mendapat enam jahitan," tuturnya.
Rini menambahkan, kejadian itu telah dilaporkan kepada Pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra. Pihak kepolisian, lanjut dia, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Saya menyaksikan langsung olah TKP bersama dengan Kepala Dinas PUPR Anugrah. Atas perintah bupati, kami laporkan kejadian ini kepada polisi. Namun, yang melaporkan kasus itu dari PUPR, karena tempat kejadiannya di PUPR," ungkapnya. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved