Pendamping Tahanan Jadi Bos Sabu-Sabu

(DW/CS/YH/PT/N-2)
07/6/2018 23:30
Pendamping Tahanan Jadi Bos Sabu-Sabu
(MI/Rommy)

BADAN Narkotika Nasional Sumatra Selatan memusnahkan 3 kilogram sabu-sabu dan 5.000 ekstasi yang disita dari seorang narapidana, awal Mei lalu. Pelaku, David Haryono, 30, merupakan narapidana yang sudah mendapat tanggung jawab sebagai tahanan pendamping di Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas.

“Ia bisa bertindak layaknya sipir. David mengendalikan peredaran narkoba dari LP dibantu enam anak buahnya,” kata Kepala BNN Sumatra Selatan Brigjen Jhon Turman Panjaitan, Kamis (7/6).

Pemusnahan narkoba, lanjutnya, merupakan upaya untuk mengingatkan warga agar menjauhi narkoba. “Kami juga minta Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatra Selatan menghapus keberadaan tahanan pendamping.”

Di Karawang, Jawa Barat, Polres juga memusnahkan 10.197 botol minuman keras berbagi merek yang disita dari hasil operasi selama Ramadan, dua pekan terakhir. “Operasi Pekat digelar untuk mengurangi jumlah aksi kriminal yang dipicu minuman keras,” kata Kapolres Karawang AKB Slamet Waloya.

Ia mengakui penggunaan minuman keras membuat tingkat kriminalitas di daerahnya meningkat. Peredaran minum­an keras di Karawang sudah pada tingkat sangat darurat.

“Sudah menjadi tugas bersama antara aparat dan warga untuk menekan penggunaan miras dan narkoba,” tandas Slamet.

Terkait dengan Ramadan, empat pengemudi angkuta kota dalam provinsi dan angkutan kota antarprovinsi di Kota Padang, Sumatra Barat, tidak lolos tes narkoba. “Keempat sopir itu harus menjalani rehabilitasi,” ujar Kabid Pemberantasan BNN Sumatra Barat AKB Emrizal Hanas.

Dia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan di dua lokasi, yaitu di Timbangan TPR Lubuk Buaya dan Terminal truk Koto Lalang. Saat itu tim BNN dan dinas perhubungan tengah melakukan pengecek­an ulang kelayakan kendaraan angkutan jelang Lebaran.

Sementara itu, saat menggelar sweeping bahan makanan, Pemkab Lembata, Nusa Tenggara Timur, menyita ribuan bungkus makanan siap saji yang sudah kedaluwarsa. Operasi digelar di Loang, Kecamatan Nagawutung.

“Kami mendatangi sejumlah kios besar yang menjual kebutuhan pangan warga. Ternyata masih sangat banyak makanan kedaluwarsa yang tetap dijual oleh pedagang,” kata Kori Making, petugas pengawasan barang Dinas Perdagangan Lembata.

Ia mengingatkan masyarakat untuk meneliti setiap makanan yang mereka beli. “Jangan sampai warga dirugikan karena membeli makanan yang sudah tidak sehat.” (DW/CS/YH/PT/N-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya