Kenaikan Harga di Daerah masih Terkendali

(AU/LD/DW/N-1)
07/6/2018 23:15
Kenaikan Harga di Daerah masih Terkendali
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

HARGA sembilan bahan pokok (sembako) di berbagai pasar tradisional di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, secara umum relatif stabil.

“Saat ini harga sembako masih relatif stabil dan tidak ada lonjakan harga,” kata Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, Kamis (7/6).

Meski demikian, ada sembako yang mengalami kenaikan harga, antara lain beras naik 0,68%, cabai merah keriting naik 4,51%, dan ­daging ayam kampung naik 1,72%. Kenaikan harga tersebut, imbuhnya, masih dalam batas wajar dan terkendali karena tingkat kenaikan belum mencapai 10%.

Beberapa sembako harganya stabil dan bahkan ada yang mengalami penurunan seperti telur menjadi di kisaran Rp20 ribu per kliogram. “Gula, minyak goreng, tepung terigu, dan daging sapi, harganya tidak naik,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tri Endah Yitnani menambahkan, menjelang Lebaran stok sembako ataupun elpiji aman. “Kenaikan harga karena permintaan yang tinggi. Namun, pihaknya dapat menjamin bahwa stok tercukupi hingga menjelang Lebaran,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asekbang) Banyumas Didi Rudwianto mengatakan secara umum harga-harga terkendali. “Memang ada kenaikan untuk dua komoditas yakni daging ayam dan telur, tetapi tidak terlalu signifikan. Kami juga memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat aman,” tegasnya.

Di Banyumas, Jawa Tengah, harga daging ayam, kemarin, tembus Rp40 ribu per kilogram, sedangkan harga telur mencapai Rp24 ribu per kilogram. Salah seorang pedagang di Pasar Manis, Purwokerto, Martini, 52, mengatakan harga daging ayam yang sempat turun, kini me-lonjak lagi.

Kepala Perwakilan BI Purwokerto Agus Chusaini mengungkapkan, dengan harga yang relatif stabil, tingkat inflasi juga bakal terkendali.(AU/LD/DW/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya