Ruas Tol Tanjung Morawa-Perbarakan Siap Digunakan untuk Mudik

Puji Santoso
07/6/2018 19:00
Ruas Tol Tanjung Morawa-Perbarakan Siap Digunakan untuk Mudik
(ANTARA)

GUBERNUR Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi menyampaikan bahwa kondisi fisik ruas tol di seksi I Tanjung Morawa-Perbarakan sepanjang 10,3 kilometer sudah siap dilalui untuk menghadapi arus mudik Lebaran Idul Fitri 1439 H/2018 M. Begitu juga untuk ruas Helvetia-Marelan akan dapat digunakan sebelum terhubung ke Tanjung Mulia (Belmera).

Hal tersebut disampaikan Erry kepada wartawan di sela-sela melakukan peninjauan di ruas tol tersebut, Kamis (7/6). Dalam peninjauan itu, hadir antara lain Wakil Bupati Deli Serdang Zainudin Mars dan Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution.

Setelah jalan tol diresmikan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu, kata Erry, ada beberapa seksi yang belum tuntas seperti seksi I dan VII untuk Tanjung Morawa-Tebing Tinggi, serta seksi I Tol Binjai-Medan (Tanjung Mulia). Namun saat ini, sejumlah bagian sudah siap dan dapat dilalui untuk digunakan sebagai pengurai kemacetan saat memasuki arus mudik/balik Lebaran tahun ini.

"Kita tahu untuk menggunakan jalan tol dari Medan, itu pintu Tol Tanjung Morawa cukup panjang macetnya. Jadi untuk seksi I (Tanjung Morawa-Perbarakan) sudah selesai dan menambah panjang jalan tol yang selama ini ada. Yang terpenting adalah bisa mengurai kemacetan itu," ujar Erry.

Disebutkan Gubernur, bahwa untuk seksi VII (Sei Rampah-Tebing Tinggi) hanya menyisakan tiga bidang lagi yang dalam proses konsinyasi dan diharapkan proses pembebasan lahannya selesai. Pun begitu, pembangunan terus berjalan dan sedang pengerasan. Sehingga ditargetkan selambatnya selesai akhir tahun mendatang. Dengan demikian, seluruh ruas tol mulai dari Binjai hingga Tebing Tinggi sudah bisa dimanfaatkan menjelang 2019.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak baik BPN, Jasa Marga, Waskita Karya, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), dan juga pengelola MKTT (Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi) serta kepala daerah yang banyak mendukung pembebasan lahan dan masyarakat yang ikut membantu. Karena pembangunan tidak hanya sampai di sini saja, tetapi juga direncanakan sampai Siantar, Parapat, dan Kuala Tanjung yang merupakan rencana Trans-Sumatra," jelasnya.

Sementara untuk penggunaan ruas Tol Tanjung Morawa-Perbarakan sepanjang 10,5 km, kata Erry, kemungkinan akan dapat dibuka segera. Prosesnya menunggu perizinan dan penyesuaian tarif serta kesiapan lainnya.

Sedangkan menjelang Lebaran, akan diberikan gratis kepada masyarakat selambatnya H-7 (tujuh hari sebelum) Lebaran, meskipun semuanya tergantung kepada proses izin yang terus didorong agar secepatnya dikeluarkan.

"Secara fisik ini sudah bisa kita gunakan. Jadi informasi yang saya terima, meskipun belum 10%, tetapi bisa digunakan untuk mengurai kemacetan," katanya.

Terkait masalah pembebasan lahan, Direktur Teknik PT Jasa Marga Kualanamu Tol Agus Choliq mengatakan bahwa untuk seksi VII Tanjung
Morawa-Tebing Tinggi terkendala pada persoalan ahli waris, sehingga secara prinsip masyarakat sudah bersedia melepaskan tanahnya. Ada tiga bidang yang sedang dalam proses konsinyasi. Sehingga pada umumya, di lapangan tidak ada masalah. Diperkirakan akan selesai Oktober mendatang.

"Untuk penggunaannya (arus mudik lebaran) mungkin H-7 sampai H+3 (pasca-Lebaran). Mudah-mudahan Jumat (8/6). Jadi begitu keluar (izinnya), Sabtu (9/6) kami bisa fungsionalkan. Kalau untuk jumlahnya rata-rata 15 ribuan per hari, dan diperkirakan nanti saat lebaran bisa melonjak ke 27 ribuan," ujarnya.

Sedangkan untuk seksi I Binjai-Medan, dari 2,7 km sudah dapat digunakan dari mulai Gerbang Tol Helvetia ke Gerbang Tol Marelan. Tinggal menunggu penyelesaian 1,5 km lagi dari Marelan ke Tanjung Mulia. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya