Beredar Dokumen Terduga Teroris Riau Rekanan Proyek Unri

Rudi Kurniawansyah
07/6/2018 18:50
Beredar Dokumen Terduga Teroris Riau Rekanan Proyek Unri
(Ilustrasi)

MUHAMMAD Nur Zamzam, alias Zega, alias Jek, tersangka teroris jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap Detasemen Khusus 88 di Homestay Mapala Sakai (Sayang Akan Kelestarian Alam Indonesia) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau pada sepekan lalu ternyata rekanan proyek di kampus terbesar di Riau itu.

Rupanya, selain sebagai alumnus FISIP Unri dan anggota Mapala Sakai angkatan XIV, Zamzam mempunyai hubungan spesial dan bisnis dengan sejumlah petinggi kampus tersebut sehingga membuat dia bisa leluasa dan mendapatkan proyek pengadaan langsung di dalam areal kampus.

Hal itu dibuktikan dengan beredarnya sejumlah foto dokumen kontrak pengerjaan paket proyek di gedung rektorat yang diserahkan kepada Muhammad Nur Zamzam selaku Direktur PT Sumfit dengan DR Zulfikar Djauhari MT selaku Ketua Tim Pengawasan dan Serah Terima Hasil Pekerjaan Jasa Kontruksi dan Konsultasi Pengadaan Langsung di Lingkungan Unri.

Selain itu, di dalam dokumen kuitansi proyek pengadaan langsung senilai Rp169.400.000 itu juga tertuang tanda tangan DR Pareng Rengi SPi MSi, selaku Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen Belanja Modal dan Jasa APBN, PNBP, BLU, dan kegiatan BOPTN Unri.

Dari dokumen yang berjudul Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan dengan nomor: 1708.B/UN19/PPK/PNBP-BLU/2017 tertanggal 21 Desember 2017, ditulis bahwa perusahaan milik tersangka teroris Zamzam, CV Sumfit, pernah mendapatkan paket pekerjaan pemeliharaan ruang Wakil Rektor Bidang Akademis Universitas Riau. Itu berdasarkan Surat Perintah Kerja/Kontrak Nomor: 1510.D/UN19/PPK/PNBP-BLU/2017 tertanggal 22 November 2017.

Terkait beredarnya dokumen itu, sumber Media Indonesia menyebutkan bahwa Zamzam alumnus jurusan Pariwisata angkatan 2003 yang ditangkap bersama dua rekannya yaitu Rio Bima Wijaya alumnus jurusan Administrasi Negara 2001 dan angkatan XI Mapala Sakai, dan Orandi Saputra alias Kalek alumni jurusan Komunikasi angkatan 2012 dan anggota Mapala Sakai, memang seorang kontraktor.

"Dia suka menginap di Sekret Sakai karena ada proyek di kampus. Akhir-akhir ini dia kayak preman tobat sering berdebat soal agama dan penderitaan umat di Palestina. Dia ajak berjihad. Padahal, dulu-dulunya tidak pernah begitu," paparnya.

Sementara, pihak Unri sampai saat ini tidak bisa dimintai konfirmasi terkait beredarnya dokumen itu. Rektor Aras Mulyadi dan Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiwaan Syapsan tidak bersedia berkomentar. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya