Kemendag Gelar Pasar Murah Serentak

Dwi Apriani
07/6/2018 08:10
Kemendag Gelar Pasar Murah Serentak
(MI/Dwi Apriani)

SEPULUH hari menjelang Lebaran, Kementerian Perdagangan mengintensifkan pasar murah di daerah-daerah. Operasi pasar murah ini untuk menstabilkan harga.

Seperti di Sumatra Selatan, Kementerian Perdagangan menggelar pasar murah bekerja sama dengan pihak swasta. Ada enam titik pasar murah, yakni di Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten OKU Timur, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Prabumulih, dan dua titik di Kota Palembang.

Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan, Srie Agustina, mengatakan dalam kegiatan pasar murah ini, jumlah paket yang disediakan sebanyak 500 paket kebutuhan pokok berupa 5 kg (kilogram) beras, 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, dan satu botol sirop dengan harga Rp120 ribu. Namun, selama operasi pasar, satu paket tersebut dijual seharga Rp50 ribu.

Menurut Srie Agustina, kegiatan tersebut memiliki dua tujuan, yakni perusahaan dapat berbagi untuk membantu keluarga prasejahtera, dan membantu memberdayakan pesantren. "Kegiatan pasar murah Ramadan ini bukan bagi-bagi sembako. Masyarakat yang membutuhkan harus membeli dengan harga lebih murah. Nantinya pendapatan dari hasil seluruh penjualan akan disumbangkan ke lembaga-lembaga keagamaan," kata Srie seusai membuka Pasar Murah Ramadan di DPD Lembaga Dewan Dakwah Islam Indonesia Ogan Ilir, kemarin.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kalimantan Selatan. Sekretaris Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Nusa Eka, saat membuka pasar murah di Banjarmasin mengatakan Kalimantan merupakan salah satu titik pelaksanaan pasar murah yang diadakan Kementerian Perdagangan di seluruh Indonesia. "Pasar murah ini untuk membantu warga yang belum sejahtera untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga sangat terjangkau," ujar Nusa Eka.

Rangkaian pasar murah di Kalimantan akan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 4-6 Juni di sembilan titik pondok pesantren dan panti asuhan di tiga provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Tidak ketinggalan di Banten, ratusan warga miskin menyerbu pasar murah yang digelar dinas perindustrian dan perdagangan. Pasar murah digelar di halaman Masjid Al Bantani KP3B Kota Serang.

Gubernur Banten Wahidin Halim membuka langsung kegiatan pasar murah. Ia menyatakan bahwa setiap menjelang Lebaran harga kebutuhan pokok naik. "Kita akan terus upayakan ke depan agar harga-harga ini tidak naik," kata Wahidin.

 

Stok daging aman

Pada bagian lain, stok daging sapi dan ayam untuk Lebaran di sejumlah daerah aman. Seperti di Banga Belitung, stok daging sapi dan daging ayam cukup. "Stok cukup jadi tidak perlu khawatir harga akan melonjak," kata Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah.

Sebaliknya, di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, harga daging ayam dam telur masih belum stabil.

Selain daging ayam dan daging sapi, stok beras juga aman. Seperti di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, stok beras dijamin aman hingga lima bulan ke depan.

Di tengah maraknya orang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan selama Lebaran, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Surakarta, Jawa Tengah, menemukan hati sapi bercacing dan daging ayam yang sudah membusuk.

Petugas juga harus berkejar-kejaran dengan penjual daging sapi bernama Dwi Setyo, saat dagangannya akan diperiksa. Di kabin pikap mobil Dwi, ditemukan 150 kg daging sapi basah dari sebuah rumah potong hewan di Boyolali, yang tidak disertai surat keterangan kesehatan hewan.(AD/BB/DG/WJ/JS/WB/DY/YK/RF/N-3) 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya