Rumah Iptek Dorong Kunjungan Wisata

(Nda/UL/N-2)
06/6/2018 23:15
Rumah Iptek Dorong Kunjungan Wisata
(Ist)

SEJAK akhir 2017 lalu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sudah memiliki pusat peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi (PP iptek) dengan nama Rumah Iptek Mutiara Bangsa. Pusat wisata edukasi ini merupakan yang terbesar di Indonesia.

"Keberadaan Mutiara Bangsa menjadi salah satu upaya pemkab untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indramayu. Ada beberapa wahana di Mutiara Bangsa yang tidak dimiliki pusat edukasi iptek lainnya, di antaranya bioskop empat dimensi," tutur Bupati Indramayu Anna Sophanah, di Jakarta, Rabu (6/5).

Ia menambahkan, untuk membangun pusat edukasi iptek, Indramayu sudah merintisnya sejak 12 tahun lalu. Karena itu, Mutiara Bangsa menjadi salah satu ikon dan kebanggaan daerah penghasil mangga ini.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pusat Peragaan Iptek, Kementerian Ristek dan Dikti, Mochammad Syachrial Annas, mengungkapkan, sebelum di Indramayu, Jawa Barat juga sudah memiliki pusat edukasi iptek Sundial di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Sekarang ini ada 23 pusat peragaan iptek di seluruh Indonesia. Namun, hanya 30% yang beroperasi dan lainnya dimerger.

"Rumah Iptek Mutiara Bangsa di Indramayu, Taman Pintar di Yogyakarta, Jatim Park di Batu, dan PP Iptek di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta merupakan yang terbesar," tambahnya saat memaparkan rencana PP Iptek akan menjadi world class science center pada 2025, kemarin.

Untuk melanggengkan PP Iptek, lanjutnya, daerah perlu menggandeng pihak swasta untuk menyinergikannya dengan paket wisata. Seperti di Yogyakarta, setiap musim liburan sekolah, Taman Pintar dikunjungi tidak kurang dari satu juta orang.

"Namun, tidak semua daerah memiliki kemampuan seperti di beberapa kota yang sudah berhasil. Seperti di Kendari harus dimerger karena tidak berkembang," tandasnya.

Ke depan, PP Iptek akan menggandeng perguruan tinggi untuk mengembangkan wahana edukasinya. "Kami tidak lagi menggandeng pemerintah daerah karena tidak akan berkembang,tetapi perguruan tinggi karena akan tahu perkembangan dan kebutuhan yang pas untuk daerahnya."

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya