Kejar HET Beras, Bulog masih Intervensi Pasar

(WJ/FR/DG/BB/YK/RF/PO/SS/MR/N-2)
06/6/2018 04:45
Kejar HET Beras, Bulog masih Intervensi Pasar
( ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

SEPULUH hari menjelang Lebaran, Bulog Surakarta masih harus bekerja keras menurunkan harga beras medium. Sampai kemarin, harga beras medium di Solo Raya masih berkisar Rp10 ribu per kilogram, lebih tinggi daripada harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.450 ribu.  

“Kami terus menjalin koordinasi dinas perdagangan dan tim pengendali inflasi daerah di Solo Raya untuk menurunkan harga beras dan mengendalikan inflasi. Karena itu, Bulog terus-menerus melakukan intervensi harga beras dan juga kebutuhan pokok lain,” kata Kepala Bulog Surakarta, Titov Agus Sabelia, Selasa (5/6).

Untuk menstabilkan harga beras, lanjutnya, Bulog juga melakukan sinergi dengan BUMN pangan seperti PT PPI, PT RNI, dan Pertani. Dalam gerakan stabilisasi harga pangan, Bulog terus-menerus mengeluarkan beras medium cadangan beras pemerintah ke pasar.

Di Jawa Barat, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karawang Rahmat Gunadi menyatakan pasokan kebutuhan pokok di pasar sangat melimpah. Karena itu, harga sejumlah kebutuhan pokok masih stabil.

“Para pedagang di pasar meng-akui kerja Satgas Pangan menjaga stabilitas stok dan pasokan. Biasanya, setiap tahun pasti ada penimbunan, tapi saat ini tidak,” tandasnya.

Kemarin, sejumlah daerah juga bekerja keras menyediakan pangan murah untuk warga selama Ramadan. Pemprov Jawa Barat, misalnya, mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk operasi pasar murah di 27 kabupaten dan kota.

“Kami menyubsidi lima jenis kebutuhan pokok, yakni beras, gula pasir, minyak goreng, telur, da-ging sapi, dan daging ayam,” ujar pejabat pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Dedi Djunaedi.

Tidak mau ketinggalan, Pemkab Cianjur juga menyediakan 8.500 paket sembako murah dengan harga Rp110 ribu per paket. Setiap paket berisi daging sapi, beras, minyak goreng, dan gula pasir.

“Harga per paketnya sangat murah. Di pasaran ­harganya bisa dua kali lipat,” kata Mila Karmila, 35, ibu rumah tangga asal Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur.

Di Jawa Tengah, Pemkab Ka-ranganyar sudah sepekan ini menggelar pasar murah di 17 kecamatan. “Kami menyalurkan 17 ton beras dan ratusan dus minyak goreng, belasan ton gula, sirup, dan mi instan,” tutur Kasubbag Perekonomian Rakyat, Deasy Pramudiasty.

Sebanyak 6 ton beras, 2,5 ton gula, 2.500 liter minyak goreng, dan 125 dus mi instan dijual Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, lewat pasar murah. “Pasar murah digelar di lima kecamatan,” kata Humas Pemkab Lamongan Agus Hendrawan.

Di luar Jawa, Dinas Pertanian Bangka Belitung memilih menggelar pasar murah yang menyediakan daging sapi dan ayam. “Kami menyediakan 500 kg daging sapi dan 150 ayam. (WJ/FR/DG/BB/YK/RF/PO/SS/MR/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya