Kalsel Prioritaskan Revolusi Hijau

(DY/OL/N-3)
05/6/2018 23:15
Kalsel Prioritaskan Revolusi Hijau
(Antara)

GUBERNUR Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor menyerahkan penghargaan bagi kabupaten/kota dan perusahaan pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) terbaik dalam kegiatan penanaman pohon serta rehabilitasi daerah aliran sungai. Istilahnya Gerakan Revolusi Hijau.

Penghargaan diserahkan gubernur pada Senin (4/6) bersamaan dengan kegiatan penanaman pohon dan sosialisasi Perda Provinsi Kalsel Nomor 07 Tahun 2018 tentang Gerakan Revolusi Hijau.

Revolusi Hijau adalah gerakan penanaman pohon guna memperbaiki kerusakan lingkungan di Kalsel. Revolusi Hijau ini merupakan program utama Sahbirin Noor sejak terpilih sebagai Gubernur Kalsel pada 2016.

Kabupaten/kota yang terbanyak melaksanakan penanaman pohon dan rehabilitasi DAS sepanjang 2017 ialah Kabupaten Tanah Bumbu, disusul Kabupaten Hulu Sungai Delatan dan Kabupaten Banjar. Penghargaan juga diberikan kepada kepala kesatuan pengelola hutan terbaik.

Dalam sambutannya, Sahbirin Noor menyebutkan berdasarkan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH), Provinsi Kalsel berada pada peringkat ke-26 di Indonesia, yakni pada angka 57,51.

Ia menargetkan IKLH bisa di angka 66,16 pada 2019, sesuai dengan rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup 2017-2046.

“Kita harus bergerak cepat, be-kerja secara bergotong royong agar kita bisa meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Pada 2019 IKLH Kalsel harus naik, paling rendah di angka 66,16 sesuai rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup 2017-2046,” tegas Gubernur.

Masih dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, gerakan peduli lingkungan hidup juga dilakukan aparat kepolisian. Jajaran aparat Polres Kabupaten Buleleng, Bali, bersama kelompok nelayan Sari Segara Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng,
Kabupaten Buleleng, melepas ratusan tukik (anak penyu) hasil penangkaran masyarakat. Pelepasliaran anak penyu di Pantai Penimbang-an Buleleng dipimpin langsung Kapolres  Buleleng AKB Suratno. Pelepasliaran tukik itu juga berbarengan dengan perayaan HUT Bhayangkara.

Menurut Gede Iwan Setiabudi selaku pengurus Pelestarian Penyu Sari Segara, tukik-tukik yang dilepaskan ke habitatnya itu sudah mengikuti standar pelestarian yang baik dan benar, alami, dan tidak mengubah ekosistem. “Pantai Penimbangan merupakan salah satu lokasi persinggahan penyu untuk bertelur,” ujarnya, Selasa (5/6).

Hingga saat ini, para nelayan yang tergabung dalam kelompok Sari Segara berhasil mengamankan sekitar 600 telur penyu jenis lekang dan hijau. (DY/OL/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya