Tol Pandaan Siap Beroperasi

Abdus Syukur
05/6/2018 04:15
Tol Pandaan Siap Beroperasi
(MI/Abdus Syukur)

PEMBANGUNAN Tol Pandaan Malang terus dikebut untuk mengurai kemacetan panjang yang selalu terjadi di ruas Surabaya Malang, tepatnya di Pandaan, Purwosari, hingga Lawang, Jawa Timur.

Hingga H-10, pengerjaan tol yang menyambungkan Kabupaten Pasuruan dan Malang memasuki tahap penyelesaian. Rencananya, tol sepanjang 45 kilometer itu akan digunakan untuk jalur mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Direktur Utama Jasa Marga Pandaan-Malang, Agus Purnomo, mengatakan Tol Pandaan-Malang siap digunakan dengan status siap difungsionalkan.

“Ini bisa menjadi alternatif peng­alihan arus lalu lintas saat terjadi kemacetan di Jalan Raya Surabaya,” kata Agus Purnomo, Senin (4/6).

Ada dua seksi yang siap beroperasi secara fungsional saat arus mudik dan balik nanti, yakni seksi 1 dan seksi 3 dengan konstruksi sudah lebih dari 50%. Sementara itu, seksi 2, 4, dan 5 masih dalam tahap pembangunan. Jarak dua seksi yang siap difungsionalkan ini kurang lebih 15 km.

Tol ini akan mulai dibuka H-7 jika memang sudah ada arahan dari Dirlantas Polda Jatim dan Dinas Perhubungan Jatim. Tol akan menggunakan sistem satu arah. Saat arus mudik, tol ini dibuka untuk kendaraan menuju Malang. Kendaraan roda empat yang turun dari Tol Gempol-Pandaan bisa melanjutkan perjalanan di Tol Pandaan-Malang.

“Kami buatkan empat gardu darurat yang siap digunakan untuk pemudik. Tol Pandaan-Malang ini masih gratis. Biaya masih sama dengan tarif Gempol-Pandaan. Bisa lanjut terus dan akan turun di Lemah Bang Sukorejo. Di sana, kami buatkan exit toll darurat,” tambah Agus.
Sementara itu, kondisi jalur alternatif penghubung ruas Jalan Raya Deandles pantai utara Jawa Timur dengan jalur tengah nasional sepanjang 35 km, tepatnya di Kabupaten Lamongan, rusak. Selain banyak lubang, sejumlah titik tidak dilengkapi dengan penerangan sehingga rawan kecelakaan dan kriminalitas.

Masih terkait dengan perbaikan infrastruktur, sejumlah titik jalan nasional yang merupakan jalur utama mudik di jalur tengah penghubung Brebes ke arah Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara terus dikebut.

Titik kemacetan
Selain perbaikan infrastruktur, para pemudik harus mewaspadai sejumlah titik rawan macet. Seperti di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sedikitnya ada empat pasar tumpah yang berpotensi menimbulkan kemacetan selama arus mudik. Empat pasar ini ialah Pasar Patrol, Pasar Eretan, Parean, dan Pasar Jatibarang. Sementara itu, di Kabupaten Cirebon ada empat pasar di jalur pantura Cirebon yang juga berpotensi menyebabkan kemacetan lalu lintas selama arus mudik mendatang, yaitu Pasar Sandang Tegalgubug, Pasar Celancang, Pasar Kue Plered, dan Pasar Mundu.

Di Tasikmalaya, 11 titik di jalur lintas selatan rawan kecelakaan. “Ada 11 titik rawan kecelakaan mulai Jalan Kadipaten, Tanjakan Puspa, Wage, Gentong Atas, Gentong Bawah, Simpang Tiga Pamoyanan, SPBU Sukamantri, SPBU Cipanas, Simpang Lima, dan pelintasan kereta api,”  kata Kasat Lalu Lintas Polres Tasikmalaya Kota Andrianto.

Pada bagian lain, aktivitas penyeberangan laut mulai terasa. Seperti di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, jumlah truk membawa sembako menuju Pelabuhan Lembar, NTB, meningkat.  

Dari NTT, Kepala PT Pelni Cabang Kupang, Ishak Gerald, mengatakan lonjakan pemudik di Pelabuhan Tenau mencapai 10%. “Pada hari normal penumpang antara 300-500 orang. Sekarang lonjakan penumpang naik 10%,” kata Ishak. (YK/LD/AD/UL/PO/JS/RS/N-3)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya