Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMERIAHAN bulan suci Ramadan 1439 Hijriah di Kota Bandung semakin terasa dengan digelarnya 'buka bersama on the street' (Bubos) di sepanjang Jalan Asia Afrika, Sabtu (2/6). Acara yang digelar Pemerintah Kota Bandung ini diikuti sekitar 11 ribu muslim yang berbagi keceriaan usai 13 jam lebih berpuasa.
Warga dari berbagai kalangan, usia, dan komunitas tumpah ruah di jalan protokol sepanjang 500 meter yang saat itu ditutup untuk lalu lintas kendaraan. Sambil menikmati rangkaian acara seperti tausiyah dan pentas musik islami yang dibawakan penyanyi Opick dan grup nasyid Senada, mereka duduk berjajar di atas permukaan jalan menanti saat berbuka puasa.
Tepat pukul 17.49 WIB, lengkingan sirene diperdengarkan mengawali alunan azan magrib pertanda berakhirnya puasa. Serempak mereka pun langsung membuka paket makanan yang sudah tersedia. Selain dihadiri warga pada umumnya, panitia pun mengundang 3 ribu anak yatim dan warga disabilitas untuk turut serta dalam kegiatan ini.
Pjs Wali Kota Bandung M Solihin menyebut acara ini digelar untuk mempererat tali silaturahim di antara warganya. Dia mengakui berkumpulnya masyarakat hanya untuk santap bersama menjadi hal yang mahal di perkotaan.
"Semoga dengan adanya acara ini, mereka semakin berbaur, semakin saling berbagi satu sama lain," ujarnya.
Dia pun berharap hal ini bisa memperkokoh persatuan dan kesatuan khususnya bagi masyarakat Kota Bandung.
"Bersatu padu menjaga keharmonisan, keamanan, dan kenyamanan," ujarnya.
Terlebih, menurutnya, di tahun politik seperti sekarang ini, persatuan dan kerukunan warga menjadi hal utama yang harus dikedepankan.
"Beberapa hari lagi pemilihan kepala daerah serentak, pilwalkot dan pilgub. Mudah-mudahan silaturahmi ini bisa semakin menjaga kondusivitas," katanya.
Menurut salah seorang panitia Bubos 2018, Deni Nurdiana, seluruh paket makanan pada acara ini disiapkan oleh berbagai komunitas yang ada di Kota Bandung. Mereka secara swadaya menyiapkan kebutuhan berbuka puasa untuk dibagikan kepada masyarakat yang hadir.
Adapun jumlah peserta yang terdaftar menurutnya mencapai 12.150 orang.
"Itu belum ditambah yang on the spot. Semua konsumsi disiapkan oleh komunitas," katanya.
Tak hanya diikuti komunitas warga muslim, acara Bubos 2018 ini pun diikuti sejumlah komunitas nonmuslim. Salah satunya Asosiasi Pendeta Indonesia (API) DPC Kota Bandung yang mengikutsertakan 25 anggotanya.
Ketua API DPC Kota Bandung, Pendeta Yohanes Handri, mengatakan, pihaknya sengaja menghadiri acara ini sebagai bentuk kebersamaan sesama warga Kota Bandung.
Selain itu, sebagai organisasi yang fokus pada kegiatan sosial, mereka ingin berbagi rezeki dengan turut menyumbangkan paket makanan berbuka puasa untuk peserta lainnya.
"Tiada kata lain, kehadiran kami di sini hanya untuk berbagi makanan dan ingin lebih mendekatkan diri dengan warga lainnya," kata dia.
Menurutnya, sudah menjadi keharusan bagi setiap masyarakat untuk menjaga kebersamaan dengan kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa.
"Ini menjadi saat yang tepat bagi semua masyarakat, ya khususnya Kota Bandung untuk lebih saling mengenal, saling menyapa satu sama lain," katanya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved