Warga Senang Ngabuburit di Bandara Kertajati

Nurul Hidayah
01/6/2018 20:06
Warga Senang Ngabuburit di Bandara Kertajati
(MI/Nurul Hidayah)

WARGA Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Yoyoh, terkagum-kagum menyaksikan kemegahan dan aktivitas Bandara International Jawa Barat Kertajati.

Selain karena kemegahan bandara terbesar kedua di Indonesia itu, Yoyoh mengagumi ramainya warga yang ngabuburit di lokasi itu. "Banyak pisan," ungkap ibu tersebut.

"Sebelum sampai sini, macet. Sampai sini ternyata sudah ramai sekali,"
ungkap Yoyoh.

Puluhan mobil juga telah terparkir di bandara yang baru diresmikan pada 24 Mei itu. Baik mobil pribadi maupun angkutan perkotaan (angkot) memadati areal itu. Ditambah lagi sepeda motor yang terus mengalir menjelang azan magrib.

Yoyoh juga termasuk yang sengaja datang untuk menghabiskan waktu menjelang saatnya berbuka puasa. "Jadi saya ajak anak-anak saya ke sini,"ungkap Yoyoh.

Dia pun sangat berharap aktivitas penerbangan bisa segera beroperasional di bandara itu. "Terutama untuk haji dan umrah. Sehingga kita tidak perlu jauh-jauh lagi bila ingin umrah," kata Yoyoh.

Dadang, 32, mengaku sudah beberapa kali mengajak istri dan anak semata wayangnya melewatkan ngabuburit  di bandara tersebut. "Sudah lebih dari empat kali ke sini," ungkapnya.

Sang anak yang masih berumur 6 tahun selalu ingin kembali ke tempat tersebut untuk bermain atau berlari-lari. "Di sini juga ramai, jadi anak-anak suka," ungkap Dadang.

Juru bicara PT BIJB Aradea Adisudarma menjelaskan, BIJB Kertajati memang berfungsi seperti mal. Sehingga, jelas dia, warga yang tidak terbang bisa berkunjung untuk berbelanja, rekreasi, dan lainnya.

Bahkan, saat bandara beroperasi 8 Juni, warga juga masih boleh berekreasi di areal publik BIJB Kertajati. "Kami hanya meminta mereka untuk menjaga kebersihan," ungkap Aradea.

Tetapi dia tidak memungkiri saat ini persoalan sampah menjadi persoalan tersendiri. Sebab, masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan.

"Padahal kami sudah menyediakan cukup banyak tempat sampah," ungkap Aradea. (A-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya