Titik Curam di Jembatan Kenteng

Akmal Fauzi
31/5/2018 09:40
Titik Curam di Jembatan Kenteng
Kondisi proyek pembangunan Jembatan Kali Kenteng ruas tol Salatiga-Kartasura, Jawa Tengah, Rabu (23/5).(MI/RAMDANI)

JEMBATAN Kali Kenteng sepanjang 496 meter di ruas tol Salatiga-Kartasura, Jawa Tengah, dipastikan masih belum bisa digunakan pada musim mudik 2018. Pemerintah sudah memiliki rencana agar jalur tol sepanjang 32 kilometer tersebut tetap bisa dilintasi pemudik.

Salah satunya dengan pembangunan jalan rigid pavement (jalan beton) yang

melintas di bawah Jembatan Kali Kenteng. Jalan itu dirancang selebar 7 meter dengan panjang 500 meter.

"Kendaraan nanti melintas di bawah jembatan," kata Kepala Biro Humas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Endra Saleh, kemarin.

Tim liputan mudik Media Indonesia kemarin berkesempatan melintas di bawah Jembatan Kali Kenteng. Saat masuk dari arah Susukan ke timur arah Kertasura, jembatan terlihat masih dalam tahap pengerjaan konstruksi dan pemasangan girder.

Pengendara akan dialihkan ke sisi kiri jembatan dengan kontur jalan menurun. Sebagian pekerja terlihat melakukan penimbunan jalur agar jalan tidak terlalu curam. Namun, ada beberapa titik jalan yang sudah dibeton.

Di jalur tersebut pengendara harus berhati-hati karena kondisi jalan menurun dan agak curam. Setelah itu jalan menanjak dengan tikungan tajam.

Belum terlihat pemasangan pembatas jalan di titik itu. Jika tidak hati-hati, pengendara bisa tergelincir keluar jalur. Endra mengatakan seharusnya dilakukan penimbunan tanah di lokasi itu agar kontur jalan tidak curam.

Ia menyarankan pemudik agar tidak melintas di jalur tersebut pada malam hari. "Tapi apakah nanti dilarang melintas malam hari atau tidak, perlu masukan dari kepolisian," ujarnya.

Tol Palindra siap beroperasi

Di Sumatra Selatan, Tol Palembang-Indra laya (Palindra) sepanjang 22 kilometer dinyatakan siap beroperasi

penuh di musim mudik Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Dengan demikian, pemudik dari Palembang yang hendak masuk ke jalan lintas Suma tra atau sebaliknya tidak akan lagi terkena macet.

"Iya, sudah pasti kita buka, kan perintah dari pusat. Mau (jalan nasional) macet atau tidak, pasti dibuka," kata pemimpin proyek Tol Palindra dari PT Hutama Karya, Hasan Turcahyo, kemarin.

Pembangunan Tol Palindra dibagi menjadi tiga seksi, yaitu seksi 1 dari Km 0 hingga Km 7, seksi 2 dari Km 7 hingga Km 12, dan seksi 3 dari Km 12 sampai Km 22.

Saat ini, seksi 2 dan 3 masih dalam tahap pembangunan.

Dua jalur di dalam tol saat ini terlihat kebanyakan sudah diaspal, terutama di seksi 1 yaitu dari gerbang Tol Palindra sampai ke gerbang Tol Pemulutan yang sudah beroperasi mulai dari awal tahun ini.

Seksi lainnya belum sepenuhnya sampai ke tahap pengaspalan. "Kemajuan

pembangunan seksi 3 sudah 98,8% dan seksi 2 mencapai 75%. Harapannya sudah bisa disempurnakan pada Juli mendatang," tutur Hasan.

Di sisi lain, PT Pertamina (persero) memprediksi konsumsi BBM harian secara nasional naik rata-rata 15% selama arus mudik 2018.

Kenaikan tertinggi diperkirakan terjadi pada puncak arus mudik, 9 dan 13 Juni, dengan angka 35% dan 32% dari konsumsi normal. Pada arus balik 19 Juni, konsumsi BBM juga diperkirakan meningkat 32%. (Aya/Ant/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya