Salam Lima Jari untuk Merekatkan Umat Karawang

(Cikwan Suwandi/N-3)
30/5/2018 06:15
Salam Lima Jari untuk Merekatkan Umat Karawang
(Ilustrasi--thinkstock)

PARA pemuka agama anggota Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) berkumpul di halaman Gereja St Marinus, Karawang, Jawa Barat, Minggu, (27/5). Kedatangan mereka untuk bersilaturahim. Selain FKUB, jajaran Polres Karawang dipimpin langsung Kapolres AKB Slamet Waloya ikut hadir dalam acara silaturahim itu. Kebetulan pada hari itu sedang ada Kebaktian Minggu di Gereja St Marinus.

Tiba-tiba Kapolres secara spontan mengajak para pemuka agama ini untuk berfoto bersama di depan halaman gereja. Ia pun mengajak semua pemuka agama untuk berpose sambil mengacungkan salam lima jari. “Ini bukan pilkada ya. Untung enggak ada nomor lima. Kita tunjukkan jika lima adalah Pancasila,” kata Waloya kepada wartawan.

Waloya ingin menunjukkan lima jari sebagai simbol Pancasila yang memiliki makna keberagaman di Indonesia. “Seluruh umat beragama ini hidup rukun, antarumat, antarsuku,” kata Waloya menerjemahkan arti salam lima jari.
Para pemuka agama yang ikut bersama mengangguk setuju dengan keterangan Kapolres tentang makna salam lima jari tersebut.

Disebutkan Waloya, dukungan antarumat beragama di Indonesia merupakan bagian penting untuk mempertahankan kerukunan. “Semua saling mendukung, kita buktikan itu,” terangnya.

Selain itu Polres Karawang memastikan situasi kerukunan umat beragama di wilayahnya sangat baik dan patut menjadi contoh bagaimana memelihara keberagaman. “Kita tunjukkan bahwa kondisi Karawang ini sangat kondusif, aman, dan nyaman.”

Ia menambahkan masyarakat Indonesia sudah sangat cerdas untuk menghadapi opini yang memecah belah bangsa. “Kekuatan kerukunan masyarakat terus dibangun. Rasa memupuk persatuan bangsa sudah tertanam di tengah masyarakat,” jelas Waloya.

Para anggota FKUB memanfaatkan Ramadan untuk terus bersilaturahim dan berkomunikasi antarumat beragama. Salah satunya dengan mengunjungi tempat-tempat ibadah. Ketua FKUB Karawang, Tajudin Noer mengatakan kunjungan para pemuka agama ke Gereja St Marinus merupakan silaturahim untuk mempererat kebersamaan umat beragama. “Bukan hanya gereja, kita keliling ke seluruh tempat ibadah. Kita eratkan terus silaturahim,” kata Tajudin.

Ia memastikan FKUB Karawang akan menjadi corong terdepan dalam  memberikan ketenangan kepada masyarakat dari isu-isu yang mencoba memecah belah kerukunan. Acara silaturahim antarpara pemuka agama bersama Kapolres itu ditutup dengan berbuka puasa bersama. (Cikwan Suwandi/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya