Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Nusa Tenggara Barat mulai menyelidiki dugaan pemotongan jatah benih bawang putih untuk petani di Kabupaten Lombok Timur. Sejumlah petani sudah dimintai keterangan.
“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan memeriksa saksi. Saat ini, kami memasuki tahapan pengumpulan data dan pengum-pulan bahan keterangan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Komisaris Besar Syamsudin Baharuddin di Mataram, kemarin.
Tim, lanjutnya, sudah menemui sejumlah pihak yang berkaitan dengan penyaluran bantuan, mulai petani bawang putih sampai pejabat Dinas Pertanian Lombok Timur. Dari dinas, penyidik sudah mendapatkan data. Upaya pengumpulan data dan keterangan tersebut akan terus berlanjut sampai bahan yang dibutuhkan cukup untuk mengarah pada dugaan pemotongan jatah.
Kasus ini mencuat setelah Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur mendistribusikan 350 ton benih bawang putih lokal untuk 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa. Setiap kelompok tani mendapatkan kuota benih lokal bersama dengan paket pendukung hasil produksinya, dari mulsa, pupuk NPK plus, pupuk hayati ecofert, pupuk majemuk, dan pupuk organik.
Benih bawang putih lokal sebanyak 350 ton itu dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen pertengahan 2017. Pemerintah membeli benih melalui PT Pertani, salah satu BUMN. Total dana mencapai Rp30 miliar dari anggaran APBN Perubahan 2017.
Namun, dalam penyaluran, akhir 2017, banyak kelompok tani yang mengeluh tidak mendapatkan jatah sesuai data. Bahkan, ada sebagian dari kelompok tani yang sama sekali tidak kebagian jatah. “Salah satu rekan kami dari Desa Sembalun Bumbung, dengan nama Kelompok Tani Sembalun Bumbung Hijau, dengan ketua Amaq Gofar, mereka memiliki lahan 2 hektare, jatah benih lokalnya 1.400 kilogram, tapi tidak sebiji pun bantuan benih bawang yang datang,” kata Ketua Kelompok Orong Sorga, Sinawarni.
Di Sembalun, ungkap Ke-tua Kelompok Tani Montong Mentagi, Ahmadi, terjadi ke-terbatasan benih bawang putih lokal. Imbasnya 11 importir yang ingin melaksanakan kewajiban menanam 5% dari besar kuota impornya jadi terhambat.
“Masyarakat yang sempat mendapatkan tawaran untuk menanam benih bawang putih impor menolak. Dari segi kualitas dan kuantitas produksinya, jauh lebih menguntungkan dari hasil produksi benih lokal,” jelasnya. Petani pun jadi kelabakan ketika bantuan benih lokal ternyata juga tidak mampir ke mereka. “Benih impor telanjur ditolak, yang lokal ternyata juga tidak ada,” keluh Ahmadi. (YR/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved