Jalur Alternatif Mudik Jonggol Minim Penerangan dan Marka Jalan

Benny Bastiandy
29/5/2018 18:50
Jalur Alternatif Mudik Jonggol Minim Penerangan dan Marka Jalan
(MI/Dede Susianti)

KEPOLISIAN Resort Cianjur, Jawa Barat, sudah menyurati dinas teknis di pemkab setempat untuk menambah sarana dan prasarana di jalur Jonggol. Pasalnya, ruas jalan tersebut kemungkinan bakal digunakan sebagai jalur alternatif saat arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah.

"Untuk jalur alternatif Jonggol ini masih sangat sangat minim penerangan dan marka jalan. Kita surati ke dinas untuk segera menambah penerangan dan perbaikan marka jalan," kata Kapolres Cianjur, AKB Soliyah, seusai memantau persiapan pos pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2018 di sejumlah jalur utama di Kabupaten Cianjur, Selasa (29/5) petang.

Kondisi di Jonggol berbeda jauh dengan penerangan dan marka jalan di jalur Puncak yang dinilai sudah cukup memadai. Soliyah mengatakan Jonggol merupakan jalur alternatif yang keberadaannya cukup vital mengatasi kepadatan volume di ruas-ruas jalur utama perlintasan mudik.

"Kalau di sepanjang jalur Puncak insya Allah sarana dan prasarana paling tidak sudah cukup memadai," imbuhnya.

Relatif pentingnya keberadaan jalur alternatif Jonggol juga tak terlepas masih dilakukannya penegerjaan perbaikan dan penataan di sekitar Puncak Pass yang mengalami dua kali ambles. Apalagi, tebing yang berada di seberang tikungan Puncak Pass sedang dalam tahap pemapasan dengan tujuan memperlebar ruas jalan.

"Pengerjaan jalan sedang dilakukan. Nanti ada pelebaran jalan yang akan dijadikan dua jalur dengan memapas tebing di sebelah kanan," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, Dedi Supriadi, mengatakan, progres pemeliharaan ruas-ruas jalan di Kabupaten Cianjur terus berjalan. Target jangka pendek, sebelum Idul Fitri 1439 H, semua ruas jalan bisa digunakan para pemudik.

"Pemeliharaan (jalan) sudah mulai sedikit demi sedikit. Mudah-mudahan sebelum Lebaran nyaman digunakan para pemudik," kata Dedi.

Panjang jalan yang dikelola Pemkab Cianjur sekitar 1.301 kilometer. Hingga tahun lalu, tingkat kemantapan jalan baru mencapai sekitar 43,17% atau sekitar 562 km. Tahun ini Pemkab Cianjur menargetkan peningkatan kemantapan jalan sebesar 52%. Targetnya, pada akhir masa jabatan bupati dan wakil bupati pada 2020 nanti bisa tercapai tingkat kemantapan jalan sebesar 70%.

"Tahun ini kita targetkan bisa mencapai jalan mantap 52%. Tahun lalu baru mencapai 44%. Rata-rata setiap tahun kita targetkan kemantapan jalan 8%," ujarnya.

Anggaran yang dialokasikan Pemkab Cianjur untuk infrastruktur jalan tahun ini sekitar Rp300 miliar. Semua ruas jalan dikerjakan dengan cara pembetonan.

"Semuanya dibeton. Mudah-mudahan semuanya bisa segera selesai," ungkap Dedi. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya