Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RASA takjub dan merinding menyelimuti perasaan para pengunjung di tempat pengamatan Gunung Merapi di Pos Babadan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, saat mendengarkan suara gemuruh selama beberapa saat ketika terjadi letusan freatik lanjutan gunung berapi itu sekitar pukul 10.48 WIB, Kamis (24/5).
Belasan orang, baik warga, petugas kepolisian, maupun jajaran petugas dari Puskesmas Dukun, Kabupaten Magelang, sedang berada di pos pengamatan tersebut ketika terjadi letusan freatik yang kedua itu, setelah pada sekitar pukul 02.56 terjadi hal serupa dengan kolom asap mencapai ketinggian sekitar 6.000 meter.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan adanya pijar yang terkaji di puncak Merapi saat erupsi pukul 02.26 berasal dari dorongan gas yang bersumber dari magma. Pijar tersebut, kata Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, kemarin menunjukkan adanya material dari dalam gunung. "Kondisi itu terjadi karena adanya dorongan gas dari magma," jelasnya.
Hal itu menunjukkan fase erupsi freatik Gunung Merapi sudah berakhir. Namun, menurut Hanik, saat ini Merapi masih dalam tahap awal menuju proses erupsi magmatis.
Secara visual puncak Gunung Merapi pada siang itu tidak tampak dari pos pengamatan Babadan karena tertutup kabut tebal. Petugas pengamat Pos Babadan Triyono mengatakan hanya mendengar secara langsung suara gemuruh dari puncak tersebut.
Lantas dia pun terlihat mengecek aktivitas Merapi itu melalui beberapa perangkat di dalam pos. Jarak Pos Babadan hingga puncak Merapi sekitar 4,4 kilometer. Pos itu ada di barat daya puncak Merapi.
Triyono menjelaskan sejak terjadi letusan freatik yang pertama pada Jumat (11/5) pagi, Pos Babadan menjadi tempat warga turut menyaksikan situasi puncak Merapi dan mendapatkan keterangan langsung dari petugas pengamat Merapi.
Masyarakat yang mengunjungi Pos Babadan, selain dari sekitar pos itu, berasal dari beberapa tempat di Magelang, dan Sleman, Yogyakarta, bagian barat. Tampak dua warga dari Desa Sorolanan, Kecamatan Sawangan, Davin, 20, dan Syafii, 20, menyatakan kaget, tapi juga heran ketika berada di pos setempat mendengar suara gemuruh tanda letusan freatik. "Ternyata suaranya seperti itu ya," katanya.
Status aktivitas Gunung Merapi dinaikkan dari normal menjadi waspada sejak Senin (21/5) menjelang tengah malam, setelah sejak Jumat (18/5) terjadi letusan freatik berulang-ulang. Letusan freatik mengakibatkan hujan abu di beberapa kecamatan di Kabupaten Magelang, bahkan hingga ke Cilacap. Pihak badan penanganan bencana daerah (BPBD) setempat didukung para relawan pun melakukan berbagai langkah, termasuk membagikan masker kepada masyarakat.
BPBD Klaten, Jawa Tengah, meminta para kepala desa di kawasan lereng Gunung Merapi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman erupsi gunung tersebut.
"Status waspada Merapi perlu disikapi dengan tenang, tidak panik. Namun, kewaspadaan penting guna pengurangan risiko bencana," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Klaten, Nur Cahyono, Kamis (24/5).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved