Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SERBUAN narkoba belum me-reda. Kemarin, sebanyak 41 kilogram (kg) sabu-sabu dari Malaysia yang hendak dikirim ke Jakarta bisa disita Polda Riau.
Selain sabu-sabu, polisi juga menyita 44 ribu ekstasi. Tiga kurir yang membawa barang terlarang itu juga tidak berkutik saat ditangkap.
"Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda. Penyelundupan narkoba dalam jumlah besar ini melibatkan jaringan inter-nasional," ungkap Kapolda Riau Irjen Nandang, di Pekanbaru, Kamis (24/5).
Di lokasi pertama, Polda Riau bekerja sama dengan Polres Indragiri menyita 29 kg sabu-sabu dan 20 ribu ekstasi. "Sabu-sabu dan ekstasi dikirim dari Malaysia menuju Jakarta melalui Pekanbaru," papar Nandang.
Di lokasi ini, polisi menangkap SL, 44. Dia membawa narkoba dengan cara dimasukkan dalam kotak besi yang ditempelkan pada bagian bawah rangka mobil.
Di tempat kedua, disita 14 kg sabu dan 24 ribu ekstasi. Dua tersangka, yakni HC, 34, dan MM, 30, memasukkan narkoba dalam bungkus teh Tiongkok yang dibawa dengan ransel besar. "Total barang bukti yang disita berharga Rp53 miliar," tambah Nandang.
Di Lamongan, Jawa Timur, polres menggerebek pabrik pembuatan arak di Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio. Anam Jianto, 38, pemilik pabrik bisa ditangkap.
"Dia sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Dia merupakan pemilik semua barang bukti yang kami sita di tempat pembuatan arak," kata Kapolres AKB Feby DP Hutagalung.
Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah peralatan untuk memproduksi arak. Ada belasan drum dan ribuan liter cairan baceman gula merah yang menjadi bahan baku arak.
"Dengan barang bukti sebanyak ini, kami yakin tersangka menggunakan rumah kosong bekas warung kopi itu sebagai tempat memproduksi arak," tandas kapolres.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved