Tingkatkan Akurasi Prediksi Cuaca, BMKG Resmikan Indonesia Prima

Ghani Nurcahyadi
23/5/2018 20:15
Tingkatkan Akurasi Prediksi Cuaca, BMKG Resmikan Indonesia Prima
(Ist)

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menggelar ekspedisi kelautan mulai 24 Mei hingga 14 Juni 2018 dalam kegiatan Indonesia Program Initiative on Maritime Observation and Analysis (Indonesia Prima).

Indonesia Prima merupakan hasil kerja sama antara BMKG dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Prabowo Rahadi Mulyono, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi Indonesia dalam Global Ocean Observing System (GOOS).

"Indonesia Prima kali ini merupakan tahun ke-4 dan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk partisipasi BMKG yang mewakili Indonesia dalam GOOS," ungkap Prabowo saat melepas tim ekspedisi di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (23/5).

Prabowo menjelaskan, ekspedisi tahun ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi prediksi cuaca.

"Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan observasi cuaca kelautan di Samudra Hindia. Ketersediaan data di Samudra Hindia sangat penting untuk prediksi iklim secara global, karena iklim di Samudra Hindia dapat mempengaruhi pola cuaca dan iklim dalam skala regional maupun global.

Oleh karena itu, eskpedisi akan melalui 5 titik, dimulai dari Pelabuhan Cirebon, perairan Barat Sumatra hingga Teluk Benggala dan mengakhiri perlayaran di Pelabuhan Sibolga Sumatra Utara. Tujuan ekspedisi ini untuk menghasilkan data pengamatan RAMA Buoy (Research Moored Array for African-Asian-Australian Monsoon Analysis and Prediction) yang realtime dan meningkatkan akurasi predisksi cuaca," ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan peserta ekspedisi tahun ini melibatkan banyak elemen.

"Pada ekpedisi tahun ini, melibatkan 12 peserta dari BMKG, Taruna dan Dosen Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG), Universitas Sriwijaya, NOAA dan didukung Puslitbang Geologi Kelautan, Balitbang Kementerian ESDM dengan menggunakan Kapal Riset Geomarin III. Mereka akan melakukan pengamatan data meteorologi maritim, atmosfer, oceanografi, pengamatan marine-geofisika, dan pengamatan cuaca setiap jam selama rute pelayaran," ujarnya.

Ia berharap data hasil ekspedisi tersebut segera terintegrasi dengan Maritime Integrated Data System (Midas).

"Saya harap data-data pengataman Bouy-RAMA segera untuk diinterintegrasikan dengan portal Midas. Midas adalah sebuah portal untuk seluruh kegiatan yang terkait dengan kelautan secara realtime.

Jika sudah terintegrasi dengan data yang terbaru, maka akan sangat bermanfaat bagi kita dalam pemahaman terhadap cuaca dan iklim serta pemahaman terhadap sektor kemaritiman negara Indonesia di masa depan. Indonesia Prima merupakan salah satu dari 3 program utama yang menjadi prioritas agenda pembangunan kemaritiman, yakni 'observasi laut'.

Kegiatan Indonesia Prima dimaksudkan sebagai bagian dari gagasan Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia." (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya