Sekitar 200 Warga Mengungsi akibat Rob

(AS/PO/BB/RF/N-2)
24/5/2018 04:45
Sekitar 200 Warga Mengungsi akibat Rob
( ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

SEJUMLAH perairan di Tanah Air kembali bergejolak, Rabu (23/5). Di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tingginya ombak menyebabkan banjir air laut pasang. Sekitar 200 warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka direndam air laut hingga ketinggian 1 meter. “Ribuan warga di Kelurahan Jeruksari, Kecamatan Tirto, terdampak dan sekitar 200 di antaranya harus mengungsi,” kata Lurah Jeruksari, Kuswanto.

Rob datang ke wilayah Jeruksari sejak sepekan lalu. Kemarin, ketinggian air laut yang masuk ke daratan terus bertambah. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengaku sudah mengirim berbagai bantuan, baik makanan, obat-obatan, maupun selimut. “Kami te-rus membantu pemenuhan kebutuhan warga.”

Di Nusa Tenggara ­Timur, BMKG Stasiun El Tari Kupang memperingatkan kecepatan angin di wilayah itu akan mencapai 50 kilometer per jam mulai hari ini (Kamis, 23/5). “Angin kencang akan terjadi di Pulau Timor, Rote, Sabu, dan Sumba. Gelombang setinggi 2-3,5 meter juga berpotensi terjadi di Selat Sape, Sumba, Kupang, Rote, dan Laut Timor Selatan,” tutur prakirawan BMKG Stasiun El Tari, Helny Mega.

Di sisi lain, meski menjadi daerah dengan risiko tinggi bencana alam, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, baru membentuk 9 desa tangguh bencana dari total 354 desa. “Idealnya, semua desa menjadi desa tangguh bencana,” kata Sekretaris BPBD Cianjur Sugeng Supriyatno.
Ia mengaku kondisi itu terjadi akibat kurangnya anggaran. “Biaya pembentukan desa tangguh bencana cukup besar.”

Sementara itu, Kepala BPBD Bangka Belitung Mikron Antariksa menyebutkan kerugian akibat bencana di wilayahnya sejak 2016 hingga 2018 mencapai ­Rp500 miliar. “Kerugian terbesar terjadi karena banyak infrastruktur yang rusak akibat bencana.” (AS/PO/BB/RF/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya