PNS Picu Kerusuhan di Tambang Emas

(YH/N-2)
24/5/2018 04:30
PNS Picu Kerusuhan di Tambang Emas
(Antara)

SEKITAR 100 warga mendatangi dan mengamuk di base camp penambangan emas PT Inexco Jaya Makmur di Kampung Simpang Kuayan, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat. Mereka merusak dengan senjata tajam dan batu. “Massa merusak dua mobil polisi dan membakarnya. Saya juga dapat kabar, mobil Komandan Kodim 0305 Pasaman juga dirusak massa,” ungkap Kapolres Pasaman AKB Hasanuddin.

Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia dan HAM (PBHI) Sumatra Barat Wengki Purwanto menyatakan buntut terjadinya kerusuhan itu membuat 46 warga ditahan di lokasi kejadian. Puluhan warga lain melarikan diri. “Warga dipukuli dengan gagang senjata, diseret, diinjak, dan dipukuli. Sekitar 20 warga menderita luka di kepala, lengan, punggung, bahkan ada yang tangannya patah,” tambah Wengki.

Ia mengatakan aksi massa itu diprovokasi pegawai negeri sipil berinisial SA. Ia membakar emosi warga untuk menyerang lokasi tambang sambil mengeluarkan senjata api dan meletuskan satu peluru ke udara. “Dalam kasus itu, seolah-olah warga yang melakukan tindakan melawan hukum. Padahal, sebenarnya warga adalah korban,” lanjut Wengki.

Direktur Walhi Sumatra Barat Uslaini sepakat ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mengondisikan warga agar melakukan tindakan anarkistis. “Sehingga dengan alasan keamanan dan melindungi aset investor, negara punya alasan untuk menggunakan kekuatan TNI, Polri, dan Satpol PP.”

Ia mempertanyakan adanya militer yang aktif melindungi bisnis tambang emas. (YH/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya