Polisi Duga Ada Permainan Harga Ayam

(LD/AD/MR/RF/AT/FR/UL/AB/N-3)
23/5/2018 23:30
Polisi Duga Ada Permainan Harga Ayam
(MI/ Abdus Syukur)

KEPOLISIAN Daerah Sumatra Selatan mulai menyelidiki harga daging ayam yang melonjak drastis beberapa hari ini. Harga ayam satu ekor di peternak Rp24 ribu, tapi saat di tangan pedagang menjadi Rp42 ribu hingga Rp50 ribu.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kom­bes Zulkarnain, mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kejanggalan yang menyebabkan harga ayam potong bisa naik sangat drastis.

“Kami sudah meminta keterangan kepada Asosiasi Peternak Ayam. Dalam keterangan mereka bilang harga yang dijual senilai Rp24 ribu per kg. Berarti, di sini ada permainan bila dari asosiasi menjual Rp24 ribu per kg,” ujarnya, Rabu (23/5). Menurutnya, ada kesengajaan menaikkan harga ayam mulai pengepul hingga pedagang karena tingginya permintaan. “Kalau sudah naik, pasti sulit turun lagi. Makanya kami mengambil langkah untuk melakukan penyelidikan karena kenaikan harga ini sangat memberatkan masyarakat,” ungkapnya.
Dari Jawa Timur, harga daging ayam di pasaran terus naik. Harga daging ayam dari Rp37 ribu per kg menjadi Rp38 ribu per kg.

“Karena harganya tinggi, pembeli jadi berkurang. Omzet saya yang sebelumnya sebanyak 3,5 kuintal turun menjadi 2,5 kuintal. Hingga siang ini dagangan saya masih banyak,” ujar Marsiti, pedagang daging ayam, di Pasar Kebonagung Pasuruan.
Sama halnya di Provinsi Aceh, harga daging ayam naik. Namun, kenaikan daging ayam masih bisa ditoleransi. Saat ini harga daging ayam Rp26 ribu per kg di pasar-pasar tradisional.

Selain daging ayam, harga telur belum stabil. Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, turunnya permintaan menyebabkan harga telur di tingkat peternak juga turun. Namun, menjelang Lebaran dikhawatirkan harga telur kembali naik.

“Sudah tiga hari ini harga telur ayam turun karena permintaan menurun. Biasanya mendekati Lebaran, banyak konsumen membuat kue maka kebutuhan telur akan meningkat. Harga biasanya akan naik,” ujar Wahyu, distributor pedagang telur di Indramayu.
Ia meminta pemerintah ikut mengintervensi agar harga telur tetap stabil dan stok aman.

Di Banyumas, Jawa Tengah, harga daging ayam juga naik dari Rp32 ribu menjadi Rp38 ribu per kg. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Banyumas, Sugiyatno, mengatakan sebetulnya pada awal Ramadan pihaknya ­telah meminta peternak untuk mempersiapkan naiknya ­kebutuhan menjelang ­Lebaran. “Kalau sekarang harga daging ayam naik memang wajar karena meningkatnya permintaan warga,” ujarnya.

Pasar murah
Stok kebutuhan pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kota Surakarta aman dan stabil. Hingga kini belum ada gejolak harga yang mengganggu masyarakat. “Hanya bawang putih dan daging ayam yang naik. Komoditas lain sama seperti sebelum Ramadan, bahkan ada yang turun,” kata Wakil Ketua Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah Kota Surakarta, Bandoe Widiarto.

Agar harga pangan stabil, salah satunya langkahnya ialah menggelar pasar murah seperti yang dilakukan sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah. Pasar murah sembako digelar pada Juni dan ­diselenggarakan di tiap kecamatan.

Selain daging ayam, kebutuhan daging sapi meningkat menjelang Lebaran. Seperti di Provinsi Bangka Belitung, dinas pertanian provinsi menyebutkan kebutuhan daging sapi selama Lebaran setara dengan 3.000 sapi. Sementara itu, kebutuhan daging sapi per tahun mencapai 12 ribu ekor. “Tapi semua sapi dipasok dari luar Bangka Belitung,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung, Toni Batubara. (LD/AD/MR/RF/AT/FR/UL/AB/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya