Letusan Dua Kali, Aktivitas Merapi masih Tinggi

Ardi Teristi Hardi
23/5/2018 20:15
Letusan Dua Kali, Aktivitas Merapi masih Tinggi
(UNIT FOTOGRAFI UGM/Andyani surya )

GUNUNG Merapi pada Rabu (23/5) terjadi dua kali letusan freatik dari 00.00-20.00 WIB. Aktivitas pun dinilai masih tinggi. Letusan Freatik pertama terjadi pada pukul 03.31 WIB dan yang kedua terjadi pada 13.49 WIB.

Letusan pertama terdengar di Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah dan Kaliurang dengan durasi 4 menit amplitudo maksimum 55 mm.

"Tinggi kolom letusan 2000 meter dengan kolom letusan ke arah Barat Daya," kata Kasi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, selaku Kasi Gunung Merapi BPPTKG, dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (23/5) malam.

Dari laporan BPBD Kabupaten Magelang dan Pos Pengamatan Gunung Merapi Ngepos, hujan abu terjadi di wilayah Kabupaten Magelang, terutama di wilayah Kawasan Rawan Bencana II dan III, antara lain di Desa Keningar, Sumber, Dukun, dan Kalibening. Jangkauan abu sampai 25 kilometer dari puncak Merapi, wilayah Borobudur.

Letusan kedua berdurasi dua menit terdengar di Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan. Kolom letusan tidak teramati karena tertutup kabut.

Pada Selasa (22/5), kegempaan multyphase dua kali, guguran satu kali, dan tektonik dua kali. Pada Rabu (23/5), sampai pukul 20.00 WIB, kegempaan vulkanotektonik satu kali, tektonik dua kali, dan multifase tiga kali. Status Gunung Merapi masih Waspada (level II).

Radius 3 kilometer dari puncak dibatasi dari aktivitas penduduk. Penduduk di luar radius 3 km dapat terdampak abu letusan, tetapi tidak membahayakan jiwa. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diharapkan menggunakan masker.

"Masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Merapi untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengantisipasi bahaya abu," pesan dia dia.

Dengan masih adanya letusan ini, aktivitas gunung merapi masih tinggi dan gempa multiphase menunjukkan masih ada tekanan cukup tinggi di dalam. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya